Jayapura, – Sekretaris Koalisi Papua Cerah (MARI-YO), Apedius Mote, menepis keras tudingan bahwa program pembuatan SIM gratis yang digelar di Serui, Kepulauan Yapen, pada 30–31 Juli 2025 adalah bagian dari politik praktis yang melibatkan Polri.
Menurut Apedius, program tersebut adalah bagian dari pelayanan publik yang sudah lama dirancang dan dilaksanakan dalam semangat membantu masyarakat, khususnya kalangan muda dan pengendara yang belum memiliki SIM.
“Ini bukan kegiatan politik. Tidak ada atribut pasangan calon, tidak ada orasi politik, dan tidak ada kampanye. Program ini murni pelayanan publik hasil kerja sama dengan institusi yang berwenang, dalam hal ini Polres Kepulauan Yapen,” tegas Apedius dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).
Sebelumnya, kubu pasangan calon nomor urut 1, Benhur Tomi Mano–Constant Karma (BTM–CK), menuding kegiatan tersebut sarat kepentingan politik dan melibatkan Polri dalam politik praktis menjelang PSU Pilgub Papua.
Namun, Apedius menyebut tudingan itu sebagai bentuk kepanikan kubu sebelah yang mulai kehilangan kepercayaan publik.
“Lucu sekali, ketika masyarakat dibantu, malah dicurigai. Di mana letak pelanggarannya? Apakah membantu rakyat mendapatkan dokumen resmi seperti SIM adalah kejahatan politik sekarang?” ucapnya.
Ia juga menilai tudingan terhadap Polri sebagai institusi negara sangat tidak berdasar dan cenderung merusak wibawa aparat.
“Kalau memang ada yang merasa tersaingi dengan program ini, jangan bawa-bawa nama Polri. Ini program pelayanan publik yang sah dan terbuka untuk siapa saja, tanpa melihat latar belakang politiknya,” tambahnya.
Apedius pun menekankan bahwa pasangan Mathius D Fakhiri–Aryoko Rumaropen (MariYo) tetap fokus pada kampanye substansi dan kerja nyata, termasuk mendukung inisiatif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Publik sudah bisa menilai siapa yang kerja, siapa yang sibuk tuding sana-sini. Kami tetap konsisten dengan program nyata dan tidak akan terjebak dalam permainan narasi panik,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Kepulauan Yapen belum memberikan pernyataan resmi, namun informasi di lapangan menyebut kegiatan tersebut tetap berjalan dengan tertib dan disambut antusias oleh masyarakat.










