YAHUKIMO, LAPBIRU.COM – Pemerintah Kabupaten Yahukimo meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai 10 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil menyusul kabut asap yang melanda Kota Dekai dan sekitarnya, dengan mempertimbangkan risiko gangguan kesehatan bagi peserta didik.
Keputusan tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat selaku Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo, Jumat (9/10/2026). Rapat dihadiri Asisten II, Asisten III, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Direktur RSUD Dekai.
Pemerintah daerah meminta seluruh organisasi perangkat daerah berkoordinasi untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Dinas Pendidikan juga diminta menyampaikan informasi libur sementara kepada kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua.
Kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan setelah kondisi memungkinkan. Perkembangan situasi udara perlu dipantau sebelum sekolah beroperasi normal.
Selain meliburkan sekolah, Pemkab Yahukimo mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap.
Anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya diminta mendapat perhatian khusus. Warga yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Dinkes Siapkan Pembagian Masker
Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo bersama RSUD Dekai dan seluruh puskesmas akan melakukan pembagian masker kepada pasien dan masyarakat. Fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk menangani keluhan gangguan pernapasan.
Petugas kesehatan diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan dampak kabut asap. Upaya ini dilakukan untuk membantu warga mengurangi risiko paparan selama kondisi tersebut berlangsung.
Pemkab Yahukimo juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan maupun sampah secara terbuka. Pembakaran berpotensi memperburuk kualitas udara dan memperluas penyebaran asap.
Warga diminta melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran. Pemerintah juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda ikut menyampaikan imbauan kepada warga.
Melalui sosialisasi langsung, masyarakat diharapkan memahami pentingnya menggunakan masker, membatasi kegiatan di luar rumah, serta menjaga lingkungan agar tidak terjadi pembakaran terbuka.
Pemkab Yahukimo meminta seluruh warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah menegaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas, sementara penyesuaian kegiatan sekolah akan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.











