JAYAPURA – Lapbiru.com
Pemerintah Provinsi Papua mulai serius membenahi sektor sagu. Tak hanya memanen, petani kini didorong membudidayakan agar tanaman khas Papua itu tetap lestari.
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, menegaskan arah kebijakan itu saat ditemui di Jayapura, belum lama ini.
Selama ini, kata dia, banyak petani masih bergantung pada sagu yang tumbuh alami. Pola itu dinilai tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan.
“Kami ingin petani tidak hanya ambil hasilnya saja, tapi juga belajar tanam dan rawat. Supaya sagu tetap ada,” ujar Lunanka.
Upaya ini akan digerakkan bersama pemerintah kabupaten/kota. Sejumlah wilayah dengan potensi besar menjadi prioritas, seperti Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi, hingga Kabupaten dan Kota Jayapura.
Pendampingan akan dilakukan bertahap. Mulai dari teknik budidaya, pengelolaan lahan, hingga pemanfaatan hasil turunan sagu.
Lunanka memastikan, program ini tidak berdiri sendiri. Pengembangan sagu akan berjalan beriringan dengan program lain, seperti cetak sawah rakyat dan peremajaan sawit.
Namun, ia menekankan, pangan lokal tetap jadi perhatian utama.
“Komoditas lokal seperti sagu tidak kami tinggalkan. Justru ini yang terus kami dorong supaya punya nilai ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemprov berharap, sagu tidak hanya menjadi simbol pangan tradisional, tetapi juga penopang ketahanan pangan dan sumber penghasilan bagi masyarakat, terutama orang asli Papua.











