Demokrasi Bermartabat di Tanah Papua Belajarlah dari Waropen dan Sentani

banner 468x60

Di tengah bisingnya politik identitas yang kembali dijajakan menjelang PSU Gubernur Papua 6 Agustus 2025, mari kita tarik napas sejenak dan belajar dari dua wilayah yang telah memberi teladan dalam demokrasi yang sehat dan bermartabat Waropen dan Kabupaten Jayapura.

FX Mote di Waropen dan Yunus Wonda di Kabupaten Jayapura bukan sekadar nama. Mereka adalah simbol keberhasilan masyarakat Papua dalam menolak politik sektarian dan memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, dan gagasan. 
Di Waropen, umat Katolik hanyalah kelompok kecil. Namun, Frans Mote menang telak. Artinya jelas rakyat tidak memilih berdasarkan agama, tetapi berdasarkan harapan dan kemampuan memimpin.
Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang melampaui sekat-sekat identitas sempit. Tapi kini, sebagian pihak justru mencoba menghidupkan kembali isu Tabi-Saireri sebagai alat propaganda. Bahkan ada yang menebar fitnah dengan menyeret agama dan menyematkan label keji kepada lawan politiknya seperti menyebut “babi hutan” di atas panggung kampanye. Ini bukan saja tidak etis, tapi menghina nilai kemanusiaan dan mencederai ajaran kasih dalam agama apa pun.
Papua tidak butuh pemimpin bermulut kotor. Papua tidak butuh provokator.
Papua butuh pemimpin yangmengangkat martabat semua orang asli Papua tanpa melihat agama, asal wilayah, atau suku.
Lebih parah lagi, sebagian kelompok mulai menggiring institusi gereja, terutama GKI, ke arena politik praktis. Ini sangat berbahaya. Gereja adalah rumah spiritual, bukan alat kampanye. Menyeret Sinode GKI ke dalam pusaran politik akan merusak kepercayaan umat dan membelah komunitas keagamaan yang selama ini menjadi tiang moral di Tanah Papua.
Pemilu bukan soal siapa yang paling keras berteriak, tapi siapa yang paling tenang bekerja. Bukan soal siapa yang paling pandai menebar slogan, tapi siapa yang paling bisa menjaga kedamaian.
Karena itu, jangan biarkan Papua mundur ke era fitnah dan kebencian.
Tanggal 6 Agustus 2025, mari kita gunakan hak pilih kita untuk mendukung calon pemimpin yang benar-benar memahami arti kepemimpinan Mathius D. Fakhiri dan Aryoko Rumaropen. Sebuah pasangan yang lahir dari pengalaman, integritas, dan komitmen untuk mewujudkan Papua Cerah Cerdas, Sejahtera, dan Harmonis.
Papua hari ini butuh pemimpin yang mempersatukan, bukan memecah.
Yang menenangkan, bukan menghasut.
Yang merawat kasih, bukan menabur luka.
Mari coblos nomor 2.
MARI-YO adalah pilihan terbaik untuk masa depan Papua yang adil dan bermartabat.
Kaleb Woisiri
Penulis Adalah Ketua Koalisi MDF- AR Kabupaten Waropen
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *