JAYAPURA – Lapbiru.com
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan rencana pembangunan kereta api di Papua bukan sekadar ide di atas kertas. Proyek itu disebutnya siap didorong hingga tahap realisasi, meski menuai pro dan kontra.
Pernyataan itu disampaikan Fakhiri usai memimpin upacara Hari Otonomi Daerah di halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin (27/4/2026).
Fakhiri memastikan, program kereta api sudah masuk agenda serius pemerintah daerah. Ia menyebut proyek tersebut sebagai langkah besar untuk mendorong konektivitas di Bumi Cenderawasih.
“Ini bukan wacana. Kita mau dorong sampai jadi. Saya minta dukungan masyarakat supaya bisa segera jalan,” tegas Fakhiri.
Menurutnya, kehadiran kereta api akan mengubah wajah transportasi Papua. Selain mempercepat mobilitas orang dan barang, moda ini dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
Fakhiri juga meluruskan anggapan bahwa proyek ini baru muncul di eranya. Ia menegaskan, rencana tersebut sudah dirintis sejak pemerintahan sebelumnya dan kini menjadi tanggung jawabnya untuk melanjutkan.
Di sisi lain, Pemprov Papua telah membuka komunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pembahasan itu diharapkan segera berlanjut ke tahap teknis bersama pemerintah pusat.
“Komunikasi sudah jalan. Tinggal bagaimana kita dorong supaya pusat bisa ambil langkah cepat,” ujarnya.
Soal kritik, Fakhiri mengaku tidak mempermasalahkan. Ia menilai perbedaan pandangan adalah hal biasa dalam pembangunan, selama disampaikan secara sehat.
“Kritik silakan. Tapi jangan menghambat. Kita butuh masukan yang membangun,” katanya.
Ia menegaskan, proyek ini bukan untuk kepentingan segelintir pihak. Targetnya jelas membuka akses, menggerakkan ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua.











