Jelang PSU Papua, Dukungan Tokoh Tabi Beralih ke MDF-AR.“Papua Butuh Pemimpin yang Rendah Hati”

banner 468x60

Jayapura,– Dinamika politik jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua terus bergerak. Salah satu perubahan penting datang dari Ketua Dewan Presidium Masyarakat Adat Tabi, Ismail Isack Mebri, yang secara terbuka menyatakan peralihan dukungan dari pasangan Benhur Tomi Mano (BTM) ke pasangan Matius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen (MDF-AR) atau koalisi Papua Cerah.

Ismail Isack Mebri sebelumnya dikenal sebagai pendukung setia BTM saat Pilgub putaran pertama pada 27 November 2024. Namun, menjelang PSU yang akan digelar pada 6 Agustus 2025 mendatang, ia menyatakan bahwa dirinya dan komunitas adat yang dipimpinnya telah mengevaluasi dan menimbang ulang arah dukungan.
“Kami merasa bahwa BTM bukanlah sosok yang tepat untuk memimpin Papua sebagai gubernur. Kami menilai, sikap beliau selama ini kurang menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap sesama,” ujar Ismail dalam keterangannya, Minggu (15/6).
Ia menegaskan bahwa pilihan mendukung MDF-AR bukan sekadar strategi politik, melainkan pertimbangan moral dan karakter. 
Menurutnya, Papua membutuhkan pemimpin yang merakyat, terbuka terhadap kritik, dan mau bekerja dengan hati.
“Kami telah mengenal karakter beliau secara langsung. Dari pengalaman itu, kami menyimpulkan bahwa kepemimpinan yang sombong tidak cocok untuk tanah ini. Papua butuh pemimpin yang rendah hati dan melayani,” tambahnya.
Dinamika Menjelang PSU
PSU digelar berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 24 Februari 2025, yang membatalkan kemenangan pasangan BTM–Yeremias Bisai karena cawagub dinyatakan tidak memenuhi syarat administratif. MK memerintahkan pemungutan suara ulang di seluruh Provinsi Papua dengan daftar pemilih tetap yang sama.
Pasangan MDF–AR yang diusung dalam koalisi “Papua Cerah” kini mendapat momentum baru dengan beralihnya dukungan dari tokoh adat penting seperti Ismail Mebri.
Seruan Damai dari Masyarakat Sipil
Di tengah ketegangan menjelang PSU, pesan damai juga datang dari masyakat bernama Jeremiah melalui grup WhatsApp publik Info Kejadian Jayapura (IKJ). 
Ia mengajak masyarakat untuk memilih berdasarkan rekam jejak dan integritas, bukan agama atau identitas.
 “Kedamaian itu diciptakan, bukan hadir dengan sendirinya. MDF adalah seorang Muslim yang religius, BTM adalah seorang Kristen yang taat. Tidak semua Muslim akan memilih MDF, dan tidak semua umat Kristen akan memilih BTM. Pilihlah berdasarkan apa yang pernah dijanjikan dan apa yang sudah ditepati,” ujar Jeremiah.
Dukungan Tambahan dari Tokoh Senior
Dalam pertemuan terpisah, Sekretaris DPD Hanura Papua, Jimmy Hegemur, waktu silaturahmi ke mantan Ketua DPRP Papua dan mantan Ketua DPD Golkar Papua, Jhon Ibo, kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan.
Mereka mengutip pesan tokoh Papua almarhum Theys Hiyo Eluay, yang menyatakan bahwa:
 “Umat Islam di Tanah Papua adalah aset bangsa Papua.”
Pesan ini ditekankan untuk meredam potensi konflik berbasis identitas dan mendorong masyarakat fokus pada kualitas kepemimpinan, bukan perbedaan agama atau latar belakang.
Menuju 6 Agustus Pilihan Bukan Sekadar Nama
Peralihan dukungan dari tokoh adat Tabi menandai perubahan signifikan dalam konstelasi politik Papua. Ismail Mebri menutup pernyataannya dengan ajakan:
 “Mari kita pilih pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tapi benar-benar siap bekerja untuk seluruh rakyat Papua.”
Pemungutan suara ulang Pilgub Papua akan berlangsung serentak pada 6 Agustus 2025 di seluruh TPS. KPU Papua mengingatkan masyarakat untuk datang ke TPS dan menjaga ketertiban serta keamanan.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *