Politik dan Harapan Baru Kenapa Saya Memilih Pasangan Nomor Urut 2 MARIYO Ditulis : Muhammad Rifai Darus (Mantan Ketua Umum DPP KNPI 2015–2018)

banner 468x60

Bismillah…

Ikhtiar politik saya pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur Papua tanggal 6 Agustus 2025 bukan sekadar tentang memilih siapa yang akan duduk di kursi kekuasaan. Ia lebih dari itu sebuah panggilan hati, panggilan untuk masa depan, dan panggilan untuk tanah yang saya cintai—Papua.
Sebagai warga negara yang ber-KTP Papua, saya memaknai momen ini sebagai saat yang paling jujur untuk menentukan arah sejarah. Dalam kontestasi yang kerap bising dengan isu-isu sektoral, propaganda politik identitas, hingga narasi saling menjatuhkan, saya memilih untuk berjalan dengan nurani dan akal sehat. 
Dan pada titik itu, saya memilih pasangan nomor urut 2: Matius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen.
Politik Bukan Musuh, Tapi Alat Perjuangan

Banyak yang masih alergi terhadap politik. Saya memahami keresahan itu. Tapi saya juga ingin mengingatkan bahwa harga rumah sakit, biaya pendidikan, harga sembako, hingga distribusi listrik dan jaringan internet di pedalaman semuanya lahir dari satu sumber: keputusan politik.
Karena itu, saya tidak pernah menganggap politik sebagai musuh. Ia adalah alat. Dan alat itu bisa membawa perubahan besar jika digerakkan oleh orang-orang yang tepat.
Kenapa Saya Memilih “Mariyo”?
Saya tidak memilih karena kedekatan emosional, suku, atau ikatan pertemanan. Saya memilih berdasarkan penilaian objektif, visi-misi yang realistis, rekam jejak yang bersih, dan komitmen konkret untuk pembangunan Papua.
Pak Matius D. Fakhiri, dengan latar belakang kepemimpinan di institusi keamanan, memahami pentingnya stabilitas dan keadilan sosial. Ia bukan pemimpin yang hanya duduk di ruang ber-AC, ia turun, mendengar, dan berdialog langsung dengan masyarakat dari pesisir hingga pegunungan.
Sementara Aryoko Rumaropen, dikenal sebagai teknokrat yang bersih dan loyal terhadap kerja-kerja pembangunan akar rumput. Ia membawa pengalaman dan pola pikir teknokratis yang sangat dibutuhkan untuk menjahit kebijakan yang efisien di tengah tantangan geografis dan kultural Papua.
Mereka adalah duet yang tidak hanya serasi, tapi juga saling melengkapi. Sebuah perpaduan yang mengingatkan saya pada pasangan Presiden dan Wakil Presiden kita di tingkat nasional kombinasi antara kekuatan lapangan dan kecermatan manajemen birokrasi.
Saya Tidak Minta Anda Sepakat, Tapi Mari Kita Sehat
Saya tahu pilihan politik bisa membuat jarak. Tapi saya ingin menegaskan bahwa ikhtiar politik saya tidak lahir dari semangat permusuhan. Justru sebaliknya, ini adalah ajakan untuk bersatu. Untuk membangun Papua tidak dalam semangat balas dendam, tapi semangat kolaborasi lintas pilihan dan golongan.
Kepada yang belum menentukan pilihan, atau yang ragu dengan pilihannya, bahkan kepada yang berbeda sekalipun saya mengajak Anda untuk duduk sejenak, mendengar gagasan dan niat baik pasangan nomor 2. 
Jangan terjebak pada informasi sepihak di media sosial. Bertanyalah, diskusikan, dan silakan nilai sendiri.
Akhir Kata, Jangan Golput, Jangan Apatis
Saya telah menentukan sikap. Dan saya tidak malu menyatakannya. Karena demokrasi hanya hidup bila kita berani jujur dengan pilihan.
Maka, saya mengajak seluruh masyarakat Papua pastikan Anda mendapat undangan memilih, pastikan Anda hadir di TPS tanggal 6 Agustus 2025, dan gunakan hak suara dengan sadar. Jangan golput.
Karena keputusan politik hari ini adalah nasib anak cucu kita di masa depan. Saya memilih pasangan nomor urut 2 karena saya percaya mereka tidak datang dengan janji, tapi dengan kesiapan untuk bekerja.
Mari kita bangun Papua dengan semangat persaudaraan, bukan prasangka.
Selamat beraktivitas. Semoga Papua menang bersama.
MRD-
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *