Jayapura — Dua tokoh relawan pendukung pasangan calon gubernur-wakil gubernur Papua nomor urut 2, Mathius D. Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MDF-AR), mengajak masyarakat Kota Jayapura untuk aktif menggunakan hak pilih mereka dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025 mendatang.
Relawan Maluku Utara dan GEMPAR Ajak Warga Kota Jayapura Gunakan Hak Pilih, Dukung MDF-AR di PSU 6 Agustus
Muflih Yusuf, Ketua Relawan Maluku Utara (Malut) for MDF-AR Kota Jayapura, menegaskan bahwa seruan ini bukan sekadar ajakan biasa. Ia mengingatkan kembali komitmen yang sudah dibangun saat deklarasi besar-besaran masyarakat Maluku Utara di Pantai Hamadi, Jayapura, pada 12 Juli lalu.
“Deklarasi waktu itu dihadiri hampir seribu warga Malut di Jayapura. Itu bukan angka kecil, dan komitmennya jelas menangkan MDF-AR. Jadi kami hanya mengingatkan kembali, jangan lupa tanggal 6 Agustus,” ujar Muflih, Kamis (17/7/2025).
Ia menambahkan bahwa masyarakat Maluku Utara dikenal solid. “Kalau Malut sudah ambil sikap, itu tidak goyang. MDF ini sosok tepat dengan kondisi Papua hari ini. Kita butuh pemimpin yang tenang, tegas, dan bisa jaga Papua tetap aman,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Risman Somadayo, Ketua Gerakan Muda Pro Mathius-Aryoko GEMPAR, ikut menyuarakan hal senada. Ia menilai bahwa partisipasi masyarakat pada PSU mendatang adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga arah masa depan Papua.
“Kita ini bukan bicara soal politik identitas atau hal-hal yang memecah belah. Kita bicara soal keamanan, ketertiban, dan ruang hidup bersama. Kota Jayapura ini dihuni berbagai suku. Yang dibutuhkan masyarakat itu bukan janji, tapi rasa aman. Dan MDF-AR hadir dengan rekam jejak yang jelas dalam soal itu,” ujar Risman.
Menurutnya, isu utama di Jayapura bukan soal siapa dari mana, tetapi bagaimana semua warga dari suku manapun bisa hidup tenang dan berdagang tanpa ketakutan.
“Sudah terlalu banyak ketegangan belakangan ini. Masyarakat ingin damai, ingin bangun pagi tanpa was-was, ingin buka kios atau pergi ke pasar tanpa rasa takut. Kambtibmas itu hal mendasar, dan MDF paham betul soal itu,” katanya.
Risman juga menyinggung peran generasi muda dalam memastikan suara mereka tidak sia-sia. Ia mendorong anak-anak muda di Jayapura untuk turun tangan, ikut memilih, dan ikut mengawal proses demokrasi di Papua.
“Kita anak muda jangan apatis. Ini bukan soal politik elite saja. Masa depan Papua juga ditentukan oleh suara kita. Jangan biarkan suara kita hilang,” ucapnya.
Keduanya mengajak warga untuk tak terlena oleh dinamika politik yang hanya ramai di media sosial, tapi lupa menggunakan hak pilih yang sah. Menurut mereka, PSU kali ini bukan sekadar pengulangan, melainkan titik balik untuk masa depan Papua yang lebih damai dan tertata.
Seperti diketahui, Pemungutan Suara Ulang Pilgub Papua dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilgub sebelumnya. Kota Jayapura termasuk salah satu wilayah yang akan melaksanakan PSU. Pemerintah dan penyelenggara pemilu pun terus menggalakkan sosialisasi agar partisipasi pemilih tetap tinggi.
Dalam pantauan beberapa minggu terakhir, dukungan kepada pasangan MDF-AR makin solid, terutama dari komunitas-komunitas perantau yang menetap di Jayapura. Deklarasi masyarakat Malut hanyalah satu dari sekian banyak gerakan akar rumput yang menguat menjelang PSU.
“Ini bukan cuma soal memenangkan pasangan tertentu. Ini soal menentukan siapa yang paling mampu menjaga rumah besar bernama Papua,” kata Muflih, menutup pernyataannya.
Mereka berharap PSU 6 Agustus berjalan aman, damai, dan penuh partisipasi. “Jangan sia-siakan satu suara. Karena satu suara bisa jadi penentu arah Papua ke depan,” pungkas Risman.










