Ribuan Warga Padati Kampanye Akbar MARIYO

banner 468x60
” Politik Harapan Melawan Politik Ketakutan “
Jayapura – Suasana di Lapangan PTC Entrop, Sabtu (2/8/2025), jauh dari kata biasa. Ribuan orang berdatangan dari berbagai kabupaten dan kota di Papua tumpah ruah mengikuti kampanye akbar terakhir pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MARIYO). Ini bukan sekadar unjuk kekuatan elektoral, tapi ekspresi publik terhadap harapan yang terlalu lama ditunda.
Di tengah atmosfer politik yang tegang menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) 6 Agustus mendatang, kampanye ini menjadi pernyataan simbolik sekaligus politis. Bahwa MARIYO tidak berdiri sendirian. Mereka didukung gelombang rakyat yang datang tanpa embel-embel mobilisasi, tanpa atribut politik transaksional.
“Papua tidak butuh eksperimen politik yang dibungkus pencitraan,” tegas Mathius Fakhiri dalam orasinya. 
Dengan suara bergetar namun mantap, ia menyinggung rivalnya secara terbuka, seraya menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal jargon, tapi keberanian hadir sejak hari pertama.
Kampanye ini merepresentasikan spektrum Papua yang majemuk. Hadir warga dari sedikitnya sembilan kabupaten dan kota, dari suku-suku besar hingga minoritas, dari agama yang berbeda hingga generasi muda yang kerap skeptis terhadap panggung politik formal. Mereka datang, bukan karena undangan, tetapi karena nurani.
Menurut Juru Bicara MARIYO, Muhammad Rifai Darus, kehadiran warga ini menjadi konfirmasi bahwa arus dukungan semakin sulit dibendung. 
“Fitnah, intimidasi, hingga kampanye hitam tidak mampu melawan gelombang perubahan yang datang dari bawah,” ujarnya dalam rilis resmi.
Namun kemenangan, kata Rifai, bukan sesuatu yang bisa dirayakan sebelum waktunya. Karena itu ia menyerukan mobilisasi damai datang ke TPS, memilih, dan mengawal suara. “Jangan lengah. Jangan takut. Jangan tergoda,” katanya.
Kampanye MARIYO menandai pergeseran arah narasi dalam politik Papua. Dari politik patronase menuju politik partisipatif. Dari pencitraan menuju pengorganisasian. Dari elite menuju rakyat. Ini bukan sekadar kompetisi elektoral, tapi ajang konsolidasi nilai: kejujuran, kesetaraan, dan penghormatan pada martabat.
Di tiap akhir pertemuan politik, pasangan MARIYO rutin meminta doa. Bukan hanya untuk kemenangan mereka, tetapi juga untuk para lawan politik. 
“Agar kita semua mendapat rahmat dan hidayah dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata mereka, dengan bahasa yang tenang namun menyiratkan etika politik yang langka hari ini.
Apakah kampanye akbar ini akan berujung pada kemenangan? Hanya waktu dan hasil resmi yang bisa menjawab. Namun satu hal menjadi jelas politik harapan sedang bergerak, dan wajah Papua sedang ditulis ulang oleh rakyatnya sendiri.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *