Selebaran “Yudas” Ditanggapi Santai, Kubu BTM-CK Terlihat Panik

banner 468x60

Jayapura — Sebuah selebaran bernada religius beredar di sejumlah titik strategis Kota Jayapura pada Jumat pekan ini. 

Dengan huruf besar dan warna mencolok, selebaran itu menyuarakan peringatan agar tidak mengikuti jejak Yudas Iskariot dan menyebut adanya “pengkhianatan di Tanah Injil”.
Meskipun tidak menyebut nama secara eksplisit, arah serangan selebaran tersebut terasa jelas mengarah ke Matius D. Fakhiri (MDF), salah satu kandidat kuat dalam Pemilihan Gubernur Papua 2025.
Menanggapi itu, kubu MDF justru bersikap santai. Ketua Relawan MATA, Simon P. Bame, menilai selebaran tersebut sebagai bentuk panik dan kepanikan lawan yang kehabisan narasi dan bensin.
“Pak Matius tidak bermain di level serangan simbolik. Beliau percaya bahwa iman tidak untuk memecah belah umat, apalagi merendahkan orang lain,” ujar Bame, Jumat (27/6).
Menurutnya, penggunaan simbol agama dalam kampanye adalah bentuk manipulasi identitas yang berbahaya, apalagi di Papua yang sangat sensitif terhadap isu keagamaan.
“Framing lawan sebagai ‘Yudas’ itu murahan. Ini mencerminkan krisis narasi di tubuh rival politik kami,” tegasnya.
Bame juga menyebut bahwa dukungan terhadap MDF kian menguat, termasuk dari sejumlah tokoh adat di Mamta dan Saireri yang sebelumnya berada di barisan lawan.
“Rakyat Papua sekarang tidak sebodoh dulu. Mereka bisa membedakan mana pemimpin yang bekerja, dan mana yang hanya bermain simbol,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya eskalasi politik identitas, Fakhiri tetap konsisten menjalankan kampanye dengan pendekatan programatik pendidikan, kesehatan, dan stabilitas daerah.
“Bukan lewat baliho yang menyebut nama Yesus, tapi lewat kerja nyata dan kasih dalam program,” lanjut Bame.
Ia menekankan bahwa MDF tidak membawa isu sektarian dalam kampanye. Sebaliknya, ia mendapat simpati karena menjaga netralitas dan tidak mempolitisasi iman.
“Kami tidak butuh pemimpin yang memecah gereja. Kami butuh gubernur yang menjaga semua umat, bukan hanya satu kelompok,” tegas Bame.
Pilkada Papua 2025 memang memperlihatkan peningkatan eskalasi isu identitas agama, etnis, dan kultur namun bagi banyak warga Papua, iman yang sejati terlihat dari buah perbuatan, bukan propaganda simbolik.
“Kalau bicara iman, mari kita lihat buahnya. Dan buah iman bukanlah selebaran penuh kebencian,” tutup Bame.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *