DEKAI, Lapbiru.com — Warga dari berbagai distrik di Nalca sudah mulai berdatangan sejak pagi, Senin (4/5/2026). Ada yang jalan kaki cukup jauh, ada juga yang datang berkelompok. Mereka berkumpul di satu titik yang sama, Aula Lani yang hari itu akhirnya diresmikan.
Bagi jemaat di wilayah ini, momen tersebut bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah hasil penantian panjang.
Ibadah syukur berlangsung sederhana tapi penuh makna. Suasana khidmat terasa sejak awal. Saat pita digunting oleh Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, tepuk tangan langsung pecah dari jemaat yang hadir.
Gedung itu kini resmi dipakai sebagai pusat kegiatan gereja di Klasis Nalca.
“Ini sudah lama kami tunggu,” kata salah satu jemaat yang hadir.
Ketua panitia pembangunan, Olmek Nawa, mengakui proses pembangunan tidak mudah. Lokasi yang berada di wilayah pegunungan membuat semua serba terbatas.
“Semua dikerjakan bersama. Jemaat dari lima distrik ikut terlibat,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan aula tersebut bukan hanya soal mengumpulkan bahan, tapi juga soal menjaga semangat kebersamaan. Banyak jemaat yang membantu sesuai kemampuan baik tenaga maupun dukungan lainnya.
Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, dalam sambutannya menegaskan bahwa gedung itu harus dimanfaatkan dengan baik.
“Jangan hanya jadi bangunan. Harus dipakai untuk pembinaan jemaat,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa gereja punya peran penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman.
Hal senada disampaikan Wakil Presiden GIDI, Pdt. Reinhard Ohee. Ia menilai Aula Lani akan menjadi pusat koordinasi pelayanan di wilayah tersebut.
“Di sini nanti kegiatan gereja bisa lebih terarah. Koordinasi lebih mudah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa nama “Aula Lani” diambil sebagai bentuk penghormatan kepada suku Lani yang pertama kali membawa Injil ke wilayah Nalca.
Peresmian ini juga bertepatan dengan momentum penting. Pada 28 Mei 2026, Nalca akan memperingati 50 tahun masuknya Injil.
Bagi jemaat, momen ini menjadi pengingat perjalanan panjang yang sudah dilalui.
“Dulu kita belum punya apa-apa. Sekarang sudah ada tempat seperti ini,” kata seorang warga.
Dengan adanya aula tersebut, diharapkan kegiatan gereja bisa berjalan lebih maksimal. Tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga pembinaan generasi muda dan kegiatan sosial lainnya.
Di akhir acara, jemaat tampak masih bertahan di lokasi. Sebagian berbincang, sebagian lagi berfoto di depan gedung baru itu.
Sederhana, tapi jelas terlihat hari itu menjadi hari yang penting bagi masyarakat Nalca.











