JAYAPURA, Lapbiru.com – Gubernur Papua kembali tiba di Jayapura, Selasa (26/5/2026), setelah menuntaskan kunjungan kerja selama 12 hari ke enam kabupaten di wilayah pesisir dan kepulauan Papua.
Perjalanan dimulai sejak 14 Mei 2026 dari Jayapura. Rombongan bergerak menuju Kabupaten Sarmi, Mamberamo Raya, Waropen, Kepulauan Yapen, Supiori, hingga Biak Numfor.
Sebagian besar perjalanan ditempuh lewat jalur laut. Rombongan menyusuri perairan Papua dari satu daerah ke daerah lain untuk melihat langsung kondisi masyarakat di kampung-kampung pesisir.
Moda udara baru digunakan saat rombongan kembali dari Biak menuju Jayapura pada hari terakhir. Sementara sebagian rombongan lainnya masih menggunakan transportasi laut dan tiba di Jayapura pada tanggal yang sama.
Juru Bicara Gubernur Papua, DR Muhammad Rifai Darus SH MH, mengatakan kunjungan itu bukan sekadar agenda pemerintahan biasa. Pemerintah ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
“Pemerintah ingin melihat sendiri bagaimana masyarakat menghadapi jarak antardaerah, mahalnya distribusi barang, keterbatasan transportasi, sampai pelayanan dasar yang belum merata,” ujarnya melalui keterangan resmin, Selasa (26/5/2026).
Selama perjalanan, gubernur dan rombongan berdialog dengan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, hingga generasi muda Papua.
Warga di kampung-kampung pesisir menyampaikan berbagai persoalan. Mulai listrik, pendidikan, kesehatan, internet, jalan, pelabuhan, hingga harga bahan pokok yang masih tinggi.
Namun di balik berbagai keterbatasan itu, pemerintah mengaku menemukan semangat masyarakat yang tetap kuat.
“Masyarakat Papua tidak pernah kehilangan harapan. Mereka ingin didengar dan dilibatkan dalam pembangunan di tanahnya sendiri,” kata Rifai.
Menurut dia, pola kunjungan langsung seperti itu akan terus dilakukan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Pemerintah tidak boleh hanya hadir di ruang rapat. Pemerintah harus ada di kampung-kampung, di pulau-pulau kecil, dan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam sejumlah pertemuan, Gubernur Papua juga menyinggung pentingnya menyiapkan generasi muda Papua sebagai calon pemimpin masa depan.
Dia menilai Papua membutuhkan anak-anak muda yang tumbuh dari realitas masyarakatnya sendiri dan memahami arti pengabdian kepada rakyat.
“Anak-anak muda Papua harus diberi ruang untuk belajar memimpin. Kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi keberanian mengabdi,” lanjut Rifai.
Pemerintah Provinsi Papua juga memastikan pembangunan daerah akan diselaraskan dengan program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, tokoh agama, pemuda, dan perempuan disebut menjadi kunci percepatan pembangunan Papua.
Selain pembangunan, isu stabilitas dan kedamaian Papua juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Gubernur menegaskan Papua harus dijaga bersama melalui kekuatan tiga pilar utama, yakni pemerintah, adat, dan agama.
“Kalau tiga unsur ini tetap berjalan bersama, Papua akan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan sosial ke depan,” katanya.
Di akhir kunjungan kerja, gubernur menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Mulai Wakil Gubernur Papua, Pj Sekda Papua, para kepala OPD, pemerintah kabupaten di enam daerah yang dikunjungi, hingga insan media yang mengikuti perjalanan tersebut.
“Rakyat Papua tidak menunggu pidato yang indah. Mereka menunggu kerja nyata yang bisa dirasakan langsung,” tutup Rifai.











