YAHUKIMO, Lapbiru.com – Ribuan jemaat GIDI Suku Mek memadati Mhanggono Nalca, Kabupaten Yahukimo, Kamis (28/5/2026), dalam Perayaan Yubelium 50 Tahun Injil Masuk di Tanah Mek. Ibadah berlangsung meriah, dipadukan dengan nuansa budaya dan suasana penuh haru.
Perayaan itu menjadi penanda 50 tahun pelayanan Injil di wilayah pedalaman Papua. Jemaat datang dari berbagai daerah untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan rohani dan adat.
Firman Tuhan dibawakan Usman Kobak dengan dasar Roma 1:16-17. Tema yang diangkat yakni “Injil Menyelamatkan Kita” dengan subtema “Melalui Yubelium Injil Masuk Suku Mek, Marilah Kita Berbuah dan Berdampak Dalam Pelayanan.”
Sejumlah pejabat dan tokoh gereja hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Didimus Yahuli, Wakil Bupati Yahukimo, pimpinan dan anggota DPRK Yahukimo, anggota DPR Papua Pegunungan, Kepala Dinas Perhubungan Papua Pegunungan, pimpinan OPD Yahukimo, perwakilan Lembaga Alkitab Indonesia, misionaris asal Amerika, Ketua GIDI Wilayah Yahukimo, serta jemaat dari wilayah Yamo dan Bogo.
Acara diawali atraksi budaya yang menggambarkan kehidupan masyarakat Suku Mek sebelum Injil masuk. Jemaat kemudian mengikuti pembacaan sejarah masuknya Injil ke Tanah Mek, peluncuran Alkitab Bahasa Nalja Mek, ibadah syukur, penandatanganan prasasti, hingga sambutan para tokoh.
Didimus Yahuli mengatakan Injil telah membawa perubahan besar bagi masyarakat Suku Mek. Menurut dia, pelayanan para misionaris selama puluhan tahun memberi dampak nyata terhadap kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Dulu banyak keterbatasan yang dihadapi masyarakat. Hari ini kita bisa melihat perubahan besar karena Injil hadir di Tanah Mek,” kata Didimus dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh jemaat menjaga persatuan dan terus hidup dalam kasih Tuhan.
“Jangan berhenti melayani. Gereja harus tetap menjadi terang bagi masyarakat dan generasi muda di Tanah Mek,” ujarnya.
Sementara itu, Usman Kobak menegaskan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya. Dia berharap momentum yubelium menjadi pengingat bagi jemaat untuk tetap setia melayani dan melanjutkan perjuangan para pembawa Injil.
“Perjalanan 50 tahun ini bukan akhir. Pelayanan harus terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” ucapnya.
Perayaan yubelium tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada para misionaris dan hamba Tuhan yang pertama kali membuka pelayanan Injil di wilayah pedalaman Papua. Hingga acara berakhir, ribuan jemaat tetap mengikuti ibadah dengan tertib dan penuh sukacita.











