DEKAI, Lapbiru.com — Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Pemberdayaan Kampung (DPMK) menyalurkan bantuan mesin parut sagu dan bibit ternak babi kepada masyarakat sebagai upaya mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi kampung berbasis potensi lokal.
Penyerahan bantuan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 tersebut berlangsung di Aula Kantor Distrik Dekai, Kamis (23/9/2026), dan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Kampung Kabupaten Yahukimo, Lasarus Pahabol, melalui Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Kampung.
Lasarus mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pemanfaatan potensi ekonomi yang tersedia di masing-masing kampung.
Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, dan kemandirian masyarakat.
“Penyaluran bantuan ini tidak terlepas dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri. Bantuan yang diberikan kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan anggaran yang ada,” ujar Lasarus.
Distrik Dekai Jadi Tahap Awal
Lazarus menjelaskan, Distrik Dekai yang merupakan ibu kota Kabupaten Yahukimo dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan program sekaligus menjadi tahap percontohan.

Apabila program tersebut berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, DPMK Yahukimo akan mempertimbangkan pengembangannya secara bertahap ke distrik lainnya sesuai kemampuan anggaran.
“Untuk pertama ini kami mulai dari Distrik Dekai sebagai sampel. Apabila program ini berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, ke depan akan kami kembangkan dari satu distrik menjadi dua distrik penerima, dan selanjutnya dapat diperluas sesuai kemampuan anggaran,” jelasnya.
Tujuh Kampung Terima Mesin Parut Sagu
Lasarus menyebutkan, dari 12 kampung yang berada di Distrik Dekai, sebanyak tujuh kampung menerima bantuan mesin parut sagu.
Ketujuh kampung tersebut adalah Koasrama, Moroku, Sokamu, Kokamu, Muara, Masi, dan Kribun.
Ia menjelaskan, bantuan mesin parut sagu diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta potensi sagu yang terdapat di wilayah tersebut, khususnya masyarakat Orang Asli Papua (OAP) suku Momuna.
“Kenapa kami arahkan kepada masyarakat suku Momuna? Karena di wilayah daratan yang dihuni masyarakat Momuna terdapat cukup banyak pohon sagu. Selama ini masyarakat masih memproduksi sagu secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga yang besar,” katanya.
Menurut Lasarus, bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap kebutuhan dan keluhan masyarakat yang selama ini mengalami kendala dalam proses pengolahan sagu secara manual.
“Bantuan ini kami programkan berdasarkan kebutuhan dan keluhan masyarakat. Mereka menyampaikan bahwa proses produksi secara manual membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena itu, kami dari dinas melihat kebutuhan tersebut dan memberikan dukungan melalui mesin parut sagu,” jelasnya.
Ia berharap penggunaan mesin tersebut dapat meningkatkan efisiensi pengolahan sagu, menghemat waktu dan tenaga, sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
Bibit Babi Diharapkan Berkembang Biak
Selain mesin parut sagu, DPMK Yahukimo juga menyalurkan bantuan bibit ternak babi kepada kelompok masyarakat penerima.
Lasarus menegaskan, bantuan ternak tersebut diberikan bervariasi yitu masyarakat gunung dan momuna yang ada di distrik dekai, dan ia berharap bantuan ternak tersebut harus dipelihara dan dikembangkan secara baik sehingga dapat berkembang biak dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Untuk bantuan ternak babi juga sama. Kami akan tetap melakukan pemantauan. Kelompok penerima harus menjaga dan merawat ternak tersebut dengan baik sehingga bisa berkembang biak. Kalau sudah berkembang banyak, ke depan bisa disalurkan juga kepada warga lain yang membutuhkan,” ungkapnya.
Menurutnya, pola pengembangan tersebut penting agar manfaat bantuan pemerintah tidak berhenti pada kelompok penerima pertama, tetapi dapat terus berkembang dan dirasakan oleh masyarakat lainnya.
Keterbatasan Anggaran
Lasarus mengakui, belum seluruh kampung di Distrik Dekai mendapatkan bantuan pada tahap ini. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran yang tersedia.
Namun, ia menegaskan bahwa DPMK Yahukimo memiliki komitmen untuk terus mengupayakan program pemberdayaan bagi kampung-kampung yang belum menerima bantuan.
“Kami dari dinas tentu mau semua kampung mendapatkan bantuan serupa. Tetapi kita juga harus menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran yang tersedia. Karena itu, bantuan kami siapkan berdasarkan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya.
Bagi kampung yang belum mendapatkan bantuan pada tahap ini, kata Lasarus, akan menjadi catatan DPMK untuk diprogramkan pada tahun anggaran berikutnya.
“Bagi beberapa kampung yang belum sempat menerima bantuan kali ini, akan menjadi catatan kami untuk dapat diprogramkan pada tahun yang akan datang. Jadi bukan berarti tidak mendapatkan perhatian, tetapi kami sesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” tambahnya.
Lasarus juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo atas perhatian terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo yang memiliki perhatian terhadap program pemberdayaan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Masyarakat Apresiasi Bantuan
Sementara itu, perwakilan masyarakat penerima bantuan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo atas bantuan yang telah diberikan.
Masyarakat berharap bantuan tersebut dapat dijaga, dirawat dan dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat kami jaga dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo atas bantuan yang diberikan. Kami percaya semua yang terjadi ini merupakan berkat dari Tuhan,” ungkap perwakilan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan bantuan oleh pemerintah dan perwakilan masyarakat penerima.
Melalui program tersebut, DPMK Yahukimo berharap bantuan berbasis potensi lokal dapat mendorong peningkatan produktivitas masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi kampung, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat di Kabupaten Yahukimo.
Dorong Kemandirian dan Ekonomi Masyarakat Kampung, DPMK Yahukimo Salurkan Mesin Parut Sagu dan Bibit Babi











