Jayapura – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025 resmi selesai digelar. Warga Papua telah menyalurkan hak pilihnya untuk menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan.
Juru Bicara pasangan Mathius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mariyo), Dr. Muhammad Rifai Darus, menyampaikan imbauan agar seluruh masyarakat menjaga persaudaraan dan persatuan pasca-PSU.
“Panasnya kontestasi politik yang telah kita lalui jangan lagi diteruskan dengan saling menghina, membully, atau merendahkan satu sama lain,” ujar Rifai dalam keterangan resminya, Minggu (24/8/2025).
Ia menekankan, saat ini saatnya kembali pada jati diri Papua sebagai rumah besar bagi semua. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak ikatan kekeluargaan di tanah Papua.
“Kini saatnya kita kembali pada jati diri Papua sebagai rumah besar untuk semua, di mana perbedaan pilihan politik tidak boleh mengoyak persaudaraan dan ikatan kekeluargaan di tanah ini,” lanjutnya.
Rifai juga mengingatkan bahwa bagi pihak-pihak yang masih memiliki pandangan berbeda atau keberatan atas hasil PSU, jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK) adalah pilihan terbaik.
“Langkah konstitusional adalah jalan terbaik. MK adalah forum yang sah untuk menyalurkan aspirasi tersebut dengan terhormat, sesuai aturan hukum dan konstitusi negara,” tegas Rifai.
Mengakhiri pernyataannya, Rifai mengajak masyarakat menjaga kedamaian dan membangun Papua bersama-sama.
“Mari kita jaga Papua dengan semangat damai dan riang gembira, serta bersama-sama membangun masa depan menuju Papua Cerah, Papua yang adil, sejahtera, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh anak bangsa,” tutupnya.










