Jayapura – Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Papua nomor urut 2, Mathius D. Fakhiri–Aryoko Rumaropen (MARIYO), unggul 19.690 suara atas pesaingnya, Benhur Tomi Mano–Constan Karma (BTM–CK), berdasarkan hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) di lima kabupaten/kota yang telah selesai.
MARIYO Unggul Sementara 19.690 Suara dari Pasangan BTM- CK di Lima Kabupaten/Kota
Keunggulan MARIYO tercatat dari hasil rekapitulasi KPU Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Supiori. Di Kota Jayapura, MARIYO memperoleh 108.297 suara, unggul 17.527 suara dari BTM–CK yang meraih 90.770 suara. Di Keerom, MARIYO mendapat 24.752 suara, unggul 9.458 suara dari BTM–CK dengan 15.294 suara. Sementara di Supiori, MARIYO unggul tipis dua suara, 6.791 melawan 6.789 suara.
Hasil itu berbanding terbalik dengan pleno KPU di Kabupaten Waropen dan Sarmi yang dimenangkan BTM–CK. Di Waropen, pasangan nomor urut 1 tersebut meraih 12.310 suara, unggul 3.259 suara dari MARIYO yang mengumpulkan 9.051 suara. Sementara di Sarmi, BTM–CK unggul 4.038 suara dengan perolehan 10.754 suara, berbanding 6.716 suara milik MARIYO.
Dari gabungan Waropen dan Sarmi, BTM–CK mengantongi keunggulan 7.297 suara. Namun, keunggulan tersebut terpangkas oleh kemenangan besar MARIYO di Kota Jayapura, Keerom, dan Supiori, sehingga selisih total menjadi 19.690 suara untuk MARIYO.
Laporan Langit Biru mencatat, hingga Rabu, pleno KPU tingkat kabupaten/kota masih menunggu hasil resmi dari Kabupaten Jayapura, Mamberamo Raya, Kepulauan Yapen, dan Biak Numfor. Hasil dari wilayah tersebut akan menentukan selisih akhir suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025.










