Apel Perdana 2026, Gubernur Fakhiri Tekankan Disiplin ASN dan Pelayanan Nyata ke Rakyat

banner 468x60

JAYAPURA – Lapbiru.com

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Senin (5/1).

Apel awal tahun 2026 itu menjadi penanda masuk kerja serentak setelah libur panjang akhir tahun, sekaligus momentum konsolidasi, evaluasi, dan penguatan semangat kerja seluruh jajaran birokrasi.

Gubernur menegaskan, apel perdana bukan sekadar kegiatan seremonial.

Lebih dari itu, apel dimaksudkan untuk membangun motivasi baru, memperkuat silaturahmi, serta menyatukan langkah ASN dalam memasuki tahun kerja yang baru dengan dedikasi lebih baik.

“Hari ini kita masuk kerja bersama-sama setelah libur panjang. Saya berharap apel ini memberi motivasi baru bagi seluruh ASN, terutama para pejabat, untuk bekerja lebih baik, lebih teliti, dan punya semangat memperbaiki kinerja yang tahun kemarin masih kurang,” ujar Fakhiri.

Menurutnya, apel bersama juga menjadi gambaran kebersamaan keluarga besar Pemerintah Provinsi Papua.

Setelah masa libur dengan waktu masuk yang tidak seragam, apel perdana dimanfaatkan untuk kembali mempererat kebersamaan dan menyamakan ritme kerja.

“Kita bangun kembali kebersamaan sebagai satu keluarga besar Provinsi Papua.

Semangat ini harus menular sampai ke kabupaten-kabupaten, sehingga kita benar-benar masuk tahun baru dengan dedikasi yang baru,” katanya.

Gubernur menekankan pentingnya evaluasi kinerja tahun 2025 secara jujur dan objektif. Kekurangan yang ada harus dijadikan pelajaran agar kinerja pemerintahan pada 2026 bisa meningkat dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam arahannya, Fakhiri juga menaruh perhatian besar pada kualitas pelayanan publik. ASN dan pejabat diminta tidak hanya sibuk dengan pekerjaan administratif, tetapi hadir langsung melayani masyarakat.

“ASN dan pejabat harus turun bersama-sama melayani masyarakat kecil. Pelayanan kita harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya tercatat di laporan,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan ASN ke depan harus diimbangi dengan keberpihakan nyata kepada rakyat. Hal-hal sederhana, seperti berbelanja di mama-mama Papua, dinilainya sebagai bentuk dukungan langsung terhadap perputaran ekonomi rakyat kecil.

“Kalau ASN belanja di mama-mama yang berjualan, itu ikut menggerakkan ekonomi masyarakat kecil. Dampaknya besar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua juga menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Gubernur menegaskan pembagian DPA sejak awal tahun bertujuan agar setiap OPD dapat segera memetakan anggaran dan menyusun rencana kerja secara matang.

“Dengan DPA ini, OPD sudah bisa melihat anggaran yang diterima. Anggaran itu harus dikerjakan sesuai program dan tidak boleh keluar dari ketentuan hukum,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar seluruh pekerjaan diprogramkan dengan baik sejak awal tahun, sehingga tidak lagi terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun anggaran.

“Saya tidak mau lagi di akhir tahun kita bekerja secara paksa. Dari awal sudah harus tertata, supaya di akhir tahun tinggal melaporkan hasil kerja,” katanya.

Gubernur juga menyinggung target mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah.

Ia mengapresiasi kerja keras jajaran pimpinan dan ASN yang selama ini kerap bekerja ekstra di penghujung tahun.

“Mudah-mudahan tahun ini kita masih bisa mempertahankan WTP. Dengan pengawasan sejak awal, prestasi ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Meski hujan mengguyur sejak malam hari, tingkat kehadiran ASN pada apel perdana dinilai cukup baik.

Menurut Gubernur, hal tersebut mencerminkan kesadaran dan tanggung jawab ASN terhadap tugas pemerintahan.

“Dengan kondisi hujan seperti ini, kehadiran ASN sudah luar biasa. Semangat ini harus terus dijaga agar pelayanan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Fakhiri juga menyampaikan komitmen kemanusiaan Pemerintah Provinsi Papua. Bantuan sebesar Rp500 juta telah disalurkan untuk membantu penanganan musibah kecelakaan laut di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Selain itu, bantuan Rp500 juta juga diberikan kepada korban bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatera, sesuai kemampuan fiskal daerah.

“Apa yang kita miliki, itulah yang kita bantu. Mudah-mudahan bisa meringankan duka dan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.

Menutup arahannya, Gubernur berharap seluruh asisten dan kepala OPD mampu menerjemahkan visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua secara konkret.

Targetnya jelas, tahun 2026 harus lebih baik dari 2025, dengan kinerja yang meningkat dan pelayanan publik yang semakin dirasakan masyarakat.

“Kita jaga prestasi, kita perbaiki kekurangan, dan kita layani masyarakat dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60