Ujian Kecil bagi Citra Kepemimpinan di Kabupaten Jayapura

banner 468x60

Editorial Khas Laporan Langit Biru.Com

Predikat “bupati paling baik” yang sempat dilekatkan netizen kepada Bupati Kabupaten Jayapura Yunus Wonda tergerus seketika.

Bukan karena kebijakan besar. Bukan pula karena visi dan misi yang sesuai target janji kampanye. Tapi oleh satu video singkat penjual sayur keliling diusir secara kasar oleh oknum kepala distrik.

Adegan itu telanjur viral. Publik marah. Warganet bereaksi. Publik ikut pertanyakan.

Di sinilah persoalan dimulai.

Yunus Wonda selama ini dikenal merakyat. Gaya sederhana, dekat dengan warga, mudah ditemui. Citra populis itu dibangun pelan-pelan, dari lapangan ke lapangan.

Sayangnya, semua itu berseberangan dengan sikap bawahannya. Arogan. Kasar. Jauh dari wajah pelayanan publik.

Rakyat tak membedakan. Bagi warga kecil, kepala distrik adalah wajah pemerintah. Cara bicara, cara bertindak, itulah yang dirasakan langsung.

Ketika seorang pedagang kecil diperlakukan sewenang-wenang bukan hanya orangnya, tapi juga rasa keadilan.

Tak sedikit konten kreator mengangkat kasus ini. Nada mereka seragam menolak arogansi kekuasaan.

Namun Ada pula yang mencium aroma lain. Tindakan oknum itu dinilai sarat motif politis. Pencitraan. Unjuk kuasa. Bukan pelayanan.

Di sisi lain, suara netizen juga mengingatkan hal yang lebih mendesak. Masalah orang mabuk yang meresahkan.

ASN yang sering malas masuk kerja. Kantor yang sepi di jam dinas. Itu pekerjaan rumah nyata yang dirasakan setiap hari. Bukan mengusir penjual sayur yang sedang mencari makan.

Editorial ini tidak hendak menghakimi personal. Tapi satu hal jelas citra kepala daerah tak bisa berdiri sendiri.

Ia ditopang oleh perilaku bawahannya. Jika yang di bawah merasa kebal, merasa paling berkuasa, maka yang di atas ikut menanggung akibatnya.

Kini bola ada di tangan bupati. Menertibkan, menegur, atau membiarkan.

Publik menunggu sikap. Karena pada akhirnya, rakyat hanya ingin satu hal sederhana pemerintah yang hadir, bukan yang menakutkan.

Jika yang kecil terus ditekan, masih pantaskah bicara soal pemimpin paling baik?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *