Dibalik Klarifikasi Walikota Jayapura: Siapa yang Putar Balik Fakta?

banner 468x60

Jayapura- Sebuah video berdurasi pendek yang memperlihatkan Walikota Jayapura memberikan klarifikasi mendadak viral di Facebook. Video itu, yang tersebar lewat sejumlah akun seperti Lessin Elsuagi, memuat narasi pembelaan.

“Klarifikasi Walikota Jayapura terkait video viral. Walikota orang baik.”
Namun klarifikasi itu menimbulkan lebih banyak tanya daripada jawab. Tidak sedikit warganet justru mempertanyakan maksud video tersebut apakah benar berisi klarifikasi utuh, atau hanya pengalihan narasi menjelang tahun politik?
Salah satu suara paling keras datang dari Doto Alberto, yang dikenal sebagai simpatisan pasangan calon 01 Benhur Tomi Mano–Constan Karma ( BTM-CK). Ia menulis dalam unggahannya:
 “STOP putar balik fakta. Video rekam jelas mo! Jangan tipu publik.”
Penelusuran terhadap akun-akun penyebar video memperlihatkan kedekatan mereka dengan kubu BTM–CK. Banyak dari mereka menggunakan foto profil berlatar belakang gambar BTM, simbol relawan, hingga slogan “Anak Tabi”. 
Namun, pembelaan terhadap Walikota justru bukan bagian dari komunitas politik mereka justru terlihat bertentangan dengan narasi identitas yang selama ini mereka usung.
Isu ini menjadi lebih kompleks ketika kritik justru diarahkan kepada Abisai Rollo (ABR), tokoh asal Port Numbay yang juga dikenal luas sebagai putra asli Tabi. ABR sempat menjadi korban framing lewat potongan video pernyataannya yang disebar tanpa konteks utuh.
Marthin Channa, masyarakat kota Jayapura yang merupakan pegiat media sosial menyayangkan polarisasi yang terjadi.
 “Pak Walikota bicara fakta, lalu kenapa mesti tersinggung? Bagus begitu langsung datang klarifikasi, biar dong jangan giring-giring jadi isu politik,” katanya.
Namun Marthin juga menegaskan, bahwa jika memang ini soal klarifikasi, seharusnya disampaikan secara terbuka dan lengkap kepada publik, bukan dalam format video pendek yang diedarkan lewat akun-akun partisan.
Sementara itu, pernyataan yang lebih menyejukkan datang dari Barto Barend Taniauw, anggota DPRK Kota Jayapura. Dalam unggahannya ia menulis:
“Kasih yang paling besar ada di kami orang Port Numbay. Tidak mungkin kami mau pulangkan atau usir masyarakat yang sudah kami anggap keluarga.” tulisnya
Namun pesan damai itu tidak cukup meredam arus kecurigaan. Bagi sebagian warga Jayapura, klarifikasi haruslah menjernihkan, bukan malah menyulut perdebatan baru.
Yang jadi soal, bukan hanya isi video, melainkan siapa yang menyebarkan, dengan narasi seperti apa, dan untuk kepentingan siapa. Di tahun politik seperti sekarang, publik butuh kejelasan, bukan pengalihan.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60