Jayapura – Sebuah potongan video yang memperlihatkan sekelompok massa marah-marah terkait transportasi sewaan saat kampanye pasangan MDF-AR di wilayah Grime beredar luas di media sosial. Video itu pertama kali dibagikan oleh akun WhatsApp milik YD di grup IKJ tanpa keterangan, hanya disertai emoji menyindir.
[Fakta Dibalik Video “Massa Mengamuk]Dugaan Provokasi Lawan Politik MDF di Wilayah Grime
Namun, narasi liar yang berkembang langsung ditepis oleh kubu MDF. Mereka menyebut video tersebut sebagai upaya pembingkaian oleh lawan politik yang panik karena kehilangan dukungan di akar rumput.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jayapura, Frangklin Wahey, menyebut video tersebut sebagai bentuk penggiringan isu murahan. “Stop sudah. Barang so aman. Kami sudah cek, tim distrik dan kampung sudah amankan semua. lawan politik giring barang macam apa ini? Jangan takut to, biasa saja,” ujarnya kepada media, Sabtu(21/6).
Frangklin bahkan menyebut pihak yang menyebarkan video tersebut sedang memainkan narasi untuk menutupi ketidakmampuan mereka sendiri. “Kalau mau bertarung politik, bertarunglah secara sehat. Bukan pakai potongan video tanpa konteks.”
Nada serupa disampaikan oleh kader Partai Golkar Kabupaten Jayapura, Nelvis K. Manobi. Ia menegaskan bahwa tidak ada keributan berarti di lapangan, dan semua urusan transportasi selama kegiatan MDF sudah selesai dengan tertib.
“Memang bukan masanya MDF bikin rusuh. Karena massa MDF itu tertib. Kami sudah terima laporan bahwa semua urusan transportasi sudah diatasi dengan baik. Yang rekam video itu dari tim BTM yang sakit hati karena tidak mampu counter isu-isu politik yang MDF sampaikan. Malu sekali sebenarnya. Kalau tidak mampu kampanye, ya diam saja. Tidak usah bikin gerakan yang dungu,” tegasnya.
Nelvis menyebut tindakan menyebar video seperti ini bukan hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi memperkeruh situasi menjelang puncak tahapan kampanye. Ia menyerukan agar semua tim politik mengedepankan etika dan kedewasaan berdemokrasi.
Eymus juga menyayangkan pihak-pihak yang terus memanaskan suasana dengan video Hoax tanpa konteks. “Kalau memang ada niat baik, datang dan klarifikasi langsung. Jangan main sebar video untuk menjatuhkan. Ini bukan politik cerdas, tapi politik pecundang,” tutupnya.
Kubu MDF menegaskan bahwa mereka tetap fokus pada agenda-agenda kampanye damai dan substansial. Mereka yakin, rakyat bisa membedakan mana isu rekayasa dan mana kerja nyata.










