Jayapura, – Calon Gubernur Papua Benhur Tommy Mano (BTM) kembali mendapat sorotan tajam. Kali ini, suara kritis datang dari Frangklin Wahey, politisi muda Partai Demokrat yang kini menjabat sebagai anggota DPR Papua, sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jayapura.
Frangklin Wahey Sentil BTM ” Tak Pernah Kaderkan Anak Tabi, Sekarang Pakai Isu Demi Kursi Gubernur”
Melalui unggahan terbuka di akun Facebook dan WhatsApp-nya, Selasa (24/6), Frangklin menuding BTM sebagai pemimpin yang selama dua periode menjabat Wali Kota Jayapura gagal mengkader anak-anak Tabi untuk menjadi pemimpin masa depan.
“Anak Tabi yang mau jadi Gubernur belajar urus dan kaderkan orang jadi pemimpin, biar dong kerja buat ko. Ko lupa dong baru, selama ko memimpin, sekarang ko mau naik tingkat ko pakai isu anak Tabi,” tulis Frangklin dalam pernyataan pedasnya.
Sindiran itu merespons semakin maraknya narasi identitas “anak Tabi vs anak non Tabi” yang mulai dimanfaatkan dalam kampanye politik lokal. BTM, yang secara geografis berasal dari wilayah Tabi, dianggap sedang memainkan isu asal-usul sebagai modal politik menjelang PSU Pemilihan Gubernur Papua 2025.
Namun bagi Frangklin, narasi sempit semacam itu bukan hanya tidak produktif, tapi juga berbahaya bagi masa depan kesatuan Orang Asli Papua (OAP).
“Kalau rumah ini terbakar oleh narasi sempit, maka semua anak Papua akan kehilangan tempat pulang,” tulisnya.
Frangklin menegaskan, politik bukan soal asal-usul, melainkan hasil kerja dan proses kaderisasi nyata. Ia menilai, BTM gagal menunjukkan jejak kaderisasi selama menjabat, dan kini mencoba menebusnya dengan bermain sentimen identitas.
Pernyataan Frangklin disampaikan setelah dirinya hadir dalam pelantikan Nelson Joshua Ondi, mantan kader KNPI, sebagai anggota DPRK Kabupaten Jayapura dari jalur adat. Dalam unggahannya, Frangklin juga menyebut nama Petrus Braim Hamokwarong, yang kini menjadi Wakil Ketua DPRK Kabupaten Jayapura, juga berasal dari proses kaderisasi di masa kepemimpinannya sebagai Ketua KNPI Kabupaten Jayapura.
“Puji TUHAN, dengan dilantiknya dua kader terbaik di kursi Otsus, maka lengkaplah foto ini. Cerita foto 2011 dan foto 2025. Genap 14 tahun foto ini diwujudkan,” tulis Frangklin bangga.
Ia mengunggah dua foto pembanding satu dari tahun 2011 saat mereka masih aktif di organisasi kepemudaan, dan satu lagi di tahun 2025 saat dua mantan kadernya resmi duduk sebagai legislator daerah.
“Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mempersiapkan pemimpin,” tulisnya.
Menurut Frangklin, keberhasilan seorang pemimpin tak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi dari seberapa banyak pemimpin muda yang dibentuk dan diberdayakan selama kepemimpinannya.
Frangklin tidak menyebut nama BTM secara eksplisit, tetapi arah kritiknya sangat jelas: sindiran diarahkan pada pemimpin yang kini mencalonkan diri sebagai Gubernur dengan membawa bendera “anak Tabi”, padahal selama menjabat tak pernah menunjukkan kepedulian pada proses kaderisasi sesama anak daerah.
“Kami anak Tabi tak pernah merasakan proses pengkaderan dari senior anak Tabi,” tegasnya.
Frangklin juga menyinggung tokoh lain yang kini disebut-sebut sebagai harapan baru, yakni Matius D Fakhiri (MDF) rival kuat BTM dalam kontestasi politik Papua kali ini.
“Setelah almarhum Lukas Enembe, sekarang kami harapkan Matius Fakhiri yang bisa jadi Bapa dan Kaka yang jaga kami anak Tabi secara khusus dan Papua secara umum. Maaf MDF ,” tulisnya menutup pernyataan.
Di akhir unggahannya, Frangklin menyampaikan pesan penuh makna, menggambarkan politik bukan sebagai ambisi jabatan semata, tapi tanggung jawab menciptakan pemimpin baru.
“Hidup ini jangan kita ambisi memiliki jabatan tapi lupa mengkaderkan orang lain. Bawa gunting panjang sampai gunting pendek buat gunting kader. Jangan hanya gunting kursi,” tutup Frangklin.
Unggahan tersebut kini viral di media sosial dan grup-grup percakapan lokal. Banyak warga Tabi dan Papua secara umum menyambut baik isi pernyataan Frangklin yang dinilai jujur, lugas, dan mewakili kekecewaan banyak anak muda atas kegagalan elite politik dalam membangun regenerasi kepemimpinan.










