Biak Numfor — Lapbiru.com
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri turun langsung mengecek pelayanan di Kantor Samsat Biak Numfor, Rabu (14/1) pagi.
Tanpa seremoni panjang, ia langsung menyusuri ruang pelayanan. Dari loket administrasi hingga meja pembayaran pajak.
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pelayanan publik berjalan sesuai standar. Cepat, tertib, dan transparan. Bukan sekadar laporan di atas kertas.
Fakhiri tampak berhenti di beberapa titik. Ia memperhatikan alur pelayanan, berbincang singkat dengan petugas, lalu menyapa warga yang sedang mengantre.
Beberapa masyarakat dimintai pendapat. Ada yang mengangguk puas, ada pula yang menyampaikan catatan kecil soal waktu tunggu.
“Pelayanan publik itu wajah pemerintah. Kalau di sini ruwet, kepercayaan publik ikut turun,” kata Fakhiri kepada wartawan di sela peninjauan.
Menurutnya, Samsat memegang peran penting. Bukan hanya sebagai pusat layanan administrasi kendaraan, tetapi juga sebagai penopang pendapatan daerah. Karena itu, kualitas pelayanan tak boleh asal jalan.
Ia mengapresiasi kinerja jajaran Samsat Biak Numfor yang dinilainya sudah menunjukkan perbaikan.
Meski begitu, Fakhiri mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat petugas cepat puas.
“Yang sudah baik dipertahankan. Tapi jangan berhenti di situ. Pelayanan harus terus berbenah mengikuti kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam dialog singkat dengan warga, Fakhiri juga menyoroti soal kenyamanan ruang tunggu dan kejelasan informasi.
Menurutnya, hal-hal kecil seperti papan petunjuk dan kepastian waktu layanan sering kali menentukan kepuasan masyarakat.
“Orang datang ke Samsat itu niatnya mengurus kewajiban. Jangan dipersulit. Jangan juga dibiarkan menunggu tanpa kejelasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelayanan yang baik akan berdampak langsung pada tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.
Jika masyarakat merasa dilayani dengan layak, kesadaran membayar pajak akan tumbuh dengan sendirinya.
“Itu ujungnya ke Pendapatan Asli Daerah. PAD naik bukan karena dipaksa, tapi karena masyarakat percaya,” kata Fakhiri.
Gubernur juga menekankan pentingnya integritas petugas. Transparansi, kata dia, bukan jargon. Harus terlihat dalam praktik sehari-hari di loket pelayanan.
“Tidak boleh ada ruang abu-abu. Semua harus jelas. Biaya, prosedur, dan waktu penyelesaian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Samsat Biak Numfor, Yan Sanadi, mengakui kunjungan gubernur menjadi pengingat bagi seluruh jajaran.
Ia menyebut, evaluasi pelayanan dilakukan secara berkala, termasuk menampung keluhan masyarakat.
“Kami terbuka terhadap masukan. Apa yang masih kurang akan kami perbaiki,” kata Yan.
Ia memastikan seluruh petugas telah diarahkan untuk mengutamakan pelayanan ramah dan profesional.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga konsistensi di tengah tingginya jumlah wajib pajak.
“Kami berterima kasih atas perhatian Pak Gubernur. Ini menjadi motivasi sekaligus kontrol bagi kami,” ujarnya.
Fakhiri berharap Samsat Biak Numfor bisa menjadi contoh bagi unit pelayanan publik lain di Papua. Bukan hanya soal kecepatan layanan, tetapi juga soal sikap dan etika melayani.
“Pelayanan publik bukan soal meja dan loket. Ini soal kehadiran negara di depan warganya,” pungkasnya.











