Jayapura, –Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Jayapura angkat suara soal mulai merebaknya manuver sejumlah pihak yang mengatasnamakan partai namun tidak taat pada garis instruksi DPP PKB dalam Pemilihan Suara Ulang (PSU) Papua 2025.
Instruksi resmi DPP PKB jelas memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon nomor urut 2, Mathius D. Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MDF-AR). Namun kenyataannya, ada sejumlah kader di lapangan yang justru melangkah sendiri, membawa atribut partai namun bergerak demi kepentingan pribadi.
Saya sangat riskan dan bersedih. PKB saat ini sedang dalam kondisi terpecah, ada kader-kader yang tidak taat pada instruksi DPP,” ujar Slamet Riadi, Wakil Ketua DPC PKB Kota Jayapura, usai menghadiri peresmian Posko Pemenangan MARI- YO Masyarakat Tabi Saireri Nusantara di Hamadi, Selasa (29/7/2025).
Ia menegaskan bahwa seluruh kader PKB seharusnya bersikap tegak lurus terhadap garis kebijakan partai. Bagi Slamet, mereka yang tak menghargai mandat DPP dan jalan sendiri tidak layak disebut sebagai kader.
“Kader partai yang tidak menghargai mandat, itu artinya tidak paham aturan main organisasi. Mereka tidak layak menyebut dirinya kader,” tegasnya.
Slamet juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap loyal dan konsisten mantan Sekretaris DPC PKB Kota Jayapura, Andi Sudirman, yang tetap berdiri bersama kebijakan DPP, meski situasi internal sedang tidak stabil.
“Beliau menunjukkan loyalitas sejati. Sebagai kader PKB, kita harus tunjukkan bahwa partai ini solid dan berjalan sesuai garis organisasi,” pungkas Slamet.
Seperti diketahui, pada PSU Papua 2025, PKB secara nasional telah menyatakan dukungan terhadap pasangan MDF-AR yang diusung koalisi besar lintas partai. Dukungan ini merupakan hasil pertimbangan politik dan komunikasi resmi antara elite DPP dengan tim pasangan nomor 2 MARI-YO










