Kereta Api Papua Mulai Dibahas, Rute Sentani–Jayapura Jadi Pintu Masuk

banner 468x60

Jayapura – Lapbiru.com
Rencana pembangunan kereta api di Tanah Papua mulai bergerak. Pemerintah pusat dan daerah membuka langkah awal dengan membahas jalur perdana yang akan menghubungkan Sentani dan Kota Jayapura.

Gagasan ini mencuat setelah pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin pada awal 2026. Dalam pertemuan itu, Presiden menyoroti pentingnya pembangunan jalur kereta api di luar Pulau Jawa.

“Dalam sejarah dunia, kereta api sering jadi tanda lahirnya peradaban baru,” ujar Prabowo, seperti disampaikan dalam pernyataan resmi.

Saat diminta menyebut wilayah prioritas, Direktur Utama KAI langsung menunjuk Papua, dengan Jayapura sebagai titik awal pengembangan.

Langkah itu kemudian ditindaklanjuti. Pada 14 April 2026, Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri bertemu langsung dengan jajaran KAI di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas tahapan awal proyek, termasuk studi dan penyesuaian regulasi.

Hasilnya, disepakati rencana jalur pertama Sentani menuju Kota Jayapura.

Rencana ini bukan muncul tiba-tiba. Sejak lama, isu konektivitas di Papua sudah menjadi pekerjaan rumah besar. Wilayah yang luas dengan tantangan geografis membuat akses antar daerah masih terbatas.

Sejumlah pemimpin sebelumnya sudah meletakkan dasar. Gubernur Papua periode 2006–2011 Barnabas Suebu pernah memasukkan kereta api dalam rencana besar pembangunan. Sementara almarhum Lukas Enembe fokus membuka akses darat melalui pembangunan Jalan Lintas Papua.

Kini, ide tersebut kembali diangkat dengan pendekatan yang lebih konkret.

Juru Bicara Gubernur Papua, M. Rifai Darus, menyebut proyek ini sebagai kelanjutan dari mimpi panjang pembangunan Papua.

“Ini bukan sekadar proyek transportasi. Ini upaya membuka keterisolasian dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Papua,” tulisnya.

Jika terealisasi, jalur kereta api ini diproyeksikan mempercepat mobilitas orang dan barang. Biaya logistik bisa ditekan, distribusi barang lebih stabil, dan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar jalur diperkirakan ikut tumbuh.

Pemerintah juga menilai proyek ini bisa menjadi simbol kehadiran negara di wilayah timur Indonesia, sekaligus memperkuat integrasi nasional.

Meski begitu, tantangan masih besar. Mulai dari kondisi geografis Papua yang berat, kebutuhan investasi tinggi, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.

Untuk saat ini, pemerintah memilih memulai dari jalur pendek dengan dampak langsung. Sentani–Jayapura dianggap paling realistis sebagai tahap awal.

Langkahnya masih panjang. Namun satu hal mulai terlihat mimpi tentang kereta api di Papua tidak lagi sekadar wacana.

Ia sudah masuk tahap perencanaan. Dan dari situ, arah pembangunan baru akan mulai digambar.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *