Wabup Tolikara Viral, Publik Terbelah Soal Kritik dan Infrastruktur

banner 468x60

Tolikara — Lapbiru.com
Curhatan Wakil Bupati Tolikara, Yotam Wonda, mendadak viral di media sosial. Dalam pernyataannya, Yotam menyebut kritik yang ramai dialamatkan ke pemerintah daerah bukan murni suara masyarakat, melainkan datang dari kelompok yang gagal secara politik, sakit hati, dan enggan bersatu karena sentimen pribadi.

Ia menegaskan kritik seharusnya disampaikan secara membangun, bukan dalam bentuk hujatan dan penghinaan.

“Sampaikanlah kritik yang membangun, bukan penghinaan dan hujatan,” tulis Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda.

Ia juga menyindir bahwa budaya hujat dan fitnah seharusnya cukup terjadi di luar Papua, bukan ditiru di daerah sendiri.

Pernyataan itu langsung memantik reaksi beragam. Sejumlah warganet menilai curhatan tersebut kurang tepat dan seharusnya dijadikan bahan refleksi, bukan diluapkan ke ruang publik.

Akun Facebook Wgaringgi Bingga secara terbuka menyentil Wakil Bupati. Ia menyoroti kondisi jalan Kuari – Woniki yang rusak parah dan tak tersentuh perbaikan selama bertahun-tahun.

“Jalan Kuari sampai Woniki itu sudah lama rusak. Hampir 15 tahun terakhir tidak pernah diperhatikan. Saya sarankan bapak jadikan ini bahan evaluasi, bukan koar-koar di media sosial,” tulisnya.

Komentar bernada lebih moderat datang dari akun BMKC Son. Ia menilai kritik yang disampaikan tokoh adat Puncak Jaya, Yotius Gire, sejatinya tidak ditujukan secara personal kepada bupati atau wakil bupati saat ini.

Kritik tersebut, menurutnya, bersifat umum dan menyasar pemerintahan lintas periode.

“Itu kritik membangun supaya pemerintah daerah bisa pertimbangkan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama soal jalan dan jembatan yang sejak dulu tidak pernah diperbaiki,” tulisnya, seraya berharap lima tahun kepemimpinan saat ini mampu menjawab kerinduan rakyat atas infrastruktur dasar.

Nada dukungan disampaikan akun Wndik Kogoya Wako. Ia meminta Wakil Bupati tetap semangat menjalankan visi-misi daerah.

Namun, ia juga mengingatkan adanya keluhan serius dari masyarakat Dapil IV terkait jalan trans Kuari–Woniki yang rusak parah dan sering menyebabkan kecelakaan.

“Keluhan ini bukan dari kepemimpinan sekarang, tapi warisan 10 tahun lalu. Harapan kami, lima tahun ke depan ada perubahan nyata,” tulisnya.

Viralnya curhatan Wakil Bupati Tolikara ini menunjukkan satu hal ruang kritik publik di daerah masih sensitif.

Di satu sisi, pemerintah meminta kritik yang konstruktif. Di sisi lain, warga menuntut respons konkret atas persoalan lama, terutama infrastruktur, yang hingga kini belum juga terjawab.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60