DEKAI, Lapbiru.com– Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, S.IP., memimpin rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna membahas langkah mitigasi dan penanganan bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Yahukimo. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kediaman Bupati Yahukimo, Rabu (10/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri Sekda yahukimo, Asisten I dan Asisten II Setda Yahukimo, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Pelaksana BPBD, Sekretaris BPKAD mewakili Kepala BPKAD, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kepala Bagian Hukum Setda Yahukimo.
Pertemuan ini digelar sebagai respons Pemerintah Kabupaten Yahukimo terhadap sejumlah bencana alam yang terjadi di beberapa distrik dan memerlukan penanganan terpadu dari seluruh perangkat daerah terkait.
Dalam keterangannya usai rapat, Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menerima laporan terjadinya bencana longsor di beberapa wilayah, antara lain Distrik Kabianggama, Holuwon, Ninia, Sobaham, dan Sela.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, telah terjadi bencana longsor di beberapa distrik di Kabupaten Yahukimo, yaitu Kabianggama, Holuwon, Ninia, Sobaham, dan Sela. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Esau Miram.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa pekan terakhir wilayah Yahukimo mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengakibatkan bencana longsor di beberapa titik yang mengakibatkan kerusakan rumah warga, kebun masyarakat, serta sejumlah infrastruktur seperti jembatan.
“Bencana yang terjadi ini sebabkan hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, mengakibatkan sejumlah rumah, kebun, dan jembatan mengalami kerusakan. Atas arahan Bupati Yahukimo, Bapak Didimus Yahuli, saya ditugaskan untuk memimpin rapat ini sekaligus membentuk tim terpadu guna menyikapi kondisi masyarakat yang terdampak bencana longsor di beberapa titik,” jelasnya.
Menurut Esau, pemerintah daerah telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Langkah pertama adalah membentuk tim terpadu yang melibatkan OPD terkait. Langkah berikutnya adalah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat secara nyata sehingga pemerintah dapat mengetahui kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan bantuan secara tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari bahan makanan (bama) hingga kebutuhan lainnya yang diperlukan masyarakat di lokasi terdampak.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Karena itu, bantuan yang akan disalurkan nantinya disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Esau Miram berharap kondisi cuaca membaik sehingga tim yang telah dibentuk dapat segera melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdampak longsor.
“Kami berharap Tuhan memberikan cuaca yang baik sehingga mulai Kamis besok tim dapat bergerak ke lokasi-lokasi yang terdampak. Kami juga memohon dukungan dari seluruh pihak agar proses pelayanan dan penanganan terhadap masyarakat yang terkena musibah dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam arahannya saat rapat, Wakil Bupati Yahukimo juga menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat antar-OPD.
“Kita harus bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi dampak bencana yang terjadi di beberapa wilayah Yahukimo. Setiap OPD memiliki peran dan tanggung jawab sesuai tugas pokok dan fungsinya. Karena itu, diperlukan kerja sama yang baik agar bantuan dan penanganan dapat berjalan efektif serta tepat sasaran,” tegas Esau Miram.
Ia juga meminta seluruh OPD terkait segera melakukan pendataan kondisi lapangan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak, serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana susulan.
“Pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat yang terdampak. Saya berharap setiap instansi dapat bekerja maksimal sesuai kewenangannya agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda penting dibahas dan disepakati, antara lain:
1. Memastikan kesiapan transportasi udara melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pihak terkait guna mendukung kunjungan lapangan ke lokasi bencana.
2. Menyiapkan distribusi bantuan berupa bahan makanan (bama), BBM, perlengkapan kerja, serta kebutuhan logistik lainnya untuk masyarakat terdampak.
3. Membentuk Tim Terpadu Tanggap Bencana Terpadu yang terdiri dari OPD terkait guna mempercepat koordinasi dan penanganan di wilayah terdampak.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Yahukimo menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari tahap tanggap darurat, penyaluran bantuan kemanusiaan, hingga proses pemulihan pascabencana.
Hasil rapat akan segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah teknis oleh masing-masing OPD sesuai bidang tugasnya guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran.











