Perang Iran–Zionis dalam Tafsir Lapangan Alquran, Melihat Dari Sudut Pandang Abdul Munib

banner 468x60

Editorial : Lapbiru.com

Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas. Serangan demi serangan terjadi, memicu reaksi global. Di tengah situasi itu, sebagian kalangan membaca perang ini bukan sekadar geopolitik, tapi juga sebagai peristiwa yang dikaitkan dengan tafsir ayat-ayat Alquran.

Iran, sebagai republik Islam, menempatkan Alquran sebagai rujukan utama. Dalam konteks perang, ayat-ayat tentang konflik di masa Nabi kembali diangkat. Badar, Uhud, hingga Khaibar sering disebut sebagai cermin sejarah yang dianggap berulang hari ini.

Penulis esai Abdul Munib melihat perang Iran melawan Israel yang ia sebut sebagai rezim Zionis serta dukungan Amerika Serikat, sebagai “repetisi sejarah.” Menurutnya, pola konflik lama muncul lagi, dengan aktor dan wajah berbeda.

“Perang hari ini hanya pengulangan dari masa lalu. Dulu ada pengkhianat dari dalam, sekarang juga ada,” tulisnya.

Ia menyinggung figur seperti Abdullah bin Ubay dalam sejarah Islam sebagai simbol kelompok yang dianggap melemahkan dari dalam. Dalam konteks sekarang, ia mengaitkannya dengan kelompok yang dinilai tidak sejalan dengan perjuangan umat.

Dalam esai itu, sejumlah ayat Alquran dikutip untuk memperkuat pandangan tersebut. Salah satunya dari Surah Al-Hajj ayat 39, yang berbicara soal izin berperang bagi pihak yang dizalimi.

Ayat lain dari Surah An-Nisa ayat 75 juga disorot. Ayat itu kerap dikaitkan dengan kewajiban membela kaum tertindas, termasuk dalam konteks Palestina.

Abdul Munib juga menyinggung pentingnya kesiapan militer. Ia mengaitkannya dengan Surah Al-Anfal ayat 60 tentang perintah mempersiapkan kekuatan. Dalam tafsirnya, ini relevan dengan pengembangan teknologi militer modern, termasuk sistem pertahanan bawah tanah yang kini banyak dibahas.

Di sisi lain, ia mengkritik negara-negara Arab yang dianggap tidak lagi berada di garis depan isu Palestina. “Mereka dulu berjaya karena Islam, tapi kini perannya digantikan bangsa lain,” tulisnya.

Tak hanya itu, Surah Al-Isra ayat 4–8 juga diangkat sebagai “peta jalan” sejarah Bani Israil. Ayat tersebut berbicara tentang siklus kerusakan dan hukuman, yang oleh penulis dikaitkan dengan kondisi Israel saat ini.

Meski begitu, pandangan seperti ini tidak berdiri tunggal. Di level global, konflik Iran–Israel tetap dilihat sebagai pertarungan kepentingan politik, militer, dan pengaruh kawasan.

Narasi agama memang kerap muncul. Tapi di lapangan, perang tetap membawa dampak nyata korban jiwa, kehancuran, dan ketegangan yang terus meluas.

Pada akhirnya, tafsir bisa berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti, konflik ini belum menunjukkan tanda akan mereda dalam waktu dekat.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *