KASONAWEJA, Lapbiru.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan komitmennya membuka keterisolasian wilayah Kabupaten Mamberamo Raya lewat pembangunan jalan, penguatan transportasi laut, hingga peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
Komitmen itu disampaikan saat MDF mengunjungi Kampung Trimuris, Burmeso, dan Teba di Kabupaten Mamberamo Raya, Minggu (17/5).
Di hadapan warga, MDF mengakui kondisi anggaran pemerintah saat ini sedang tertekan akibat dampak ekonomi global dan kebijakan efisiensi yang juga dirasakan daerah.
“Kalau tadi Pak Bupati bilang tidak ada uang, itu betul. Semua terkena efisiensi, penghematan. Semua dipotong sana-sini,” ujar MDF.
Meski anggaran terbatas, Pemprov Papua tetap menargetkan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman terus berjalan. Fokus utamanya membuka akses jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
MDF menyebut jalur Bonggo menuju Dabra akan dibuka. Akses dari Burmeso ke Dabra juga masuk rencana pembangunan. Termasuk koneksi jalan dari Kasona menuju Trimuris.
“Kami akan buka dari Bonggo menuju daerah Dabra. Kemudian dari Burmeso juga naik ke daerah Dabra. Kemudian dari Kasona menuju Trimuris,” katanya.
Tak hanya itu, Pemprov Papua juga menyiapkan pembangunan jalan dari kawasan Pantai Barat menuju Teba guna memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
“Kalau pemimpinnya bisa rukun-rukun seperti saya dan Pak Bupati, ini ke depan pasti bisa terwujud,” lanjutnya.
Selain jalur darat, MDF memastikan sektor transportasi laut ikut diperkuat. Kawasan Mamberamo disiapkan menjadi pelabuhan transit penghubung antardaerah di Papua.
Pemprov Papua bahkan menargetkan masyarakat bisa bepergian ke Jayapura hingga tiga kali dalam sepekan dengan dukungan subsidi pemerintah agar ongkos perjalanan lebih murah.
“Kami berharap dalam waktu satu minggu itu masyarakat bisa tiga kali pulang pergi ke Jayapura dengan biaya yang murah dan intervensi dari pemerintah provinsi,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, MDF menyoroti tingginya kasus malaria, tuberkulosis, dan HIV/AIDS di Mamberamo Raya. Ia meminta tenaga kesehatan lebih aktif turun ke masyarakat.
“Pembunuh terbesar orang asli Papua yaitu Aids, Tuberkulosis dan Malaria,” tegasnya.
MDF juga memastikan fasilitas layanan kesehatan di Teba, Trimuris, dan Bagusa akan diperkuat agar penanganan pasien tidak selalu bergantung ke Jayapura.
“Saya berharap nanti puskesmas yang ada di Teba ini harus kuat. Paling tidak untuk transfer pasien itu bisa diatasi dulu di Teba,” katanya.
Tak berhenti di sektor kesehatan, Pemprov Papua juga mulai menyiapkan pembangunan sekolah berasrama dan sekolah rakyat di sejumlah titik di Mamberamo Raya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah pedalaman.
“Kita membangun supaya masyarakat tidak turun lagi ke Jayapura. Mungkin di Teba kita buat atau di Trimuris,” imbuh MDF.











