DEKAI, Lapbiru.com – Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Yahukimo, Ny. Ami Yikwa Yahuli, turun langsung meninjau sejumlah fasilitas literasi di Dekai, Jumat (5/6/2026).
Bersama pengurus GPMB, ia mengunjungi beberapa sekolah, komunitas literasi, hingga RSUD Dekai untuk melihat kondisi taman baca dan ketersediaan bahan bacaan.
Lokasi yang dikunjungi antara lain Komunitas Literasi At Taqwa, TK Tunas Papua, PAUD Bunda Kasih, serta RSUD Dekai. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan keberadaan sarana literasi sekaligus mendata kebutuhan buku yang masih diperlukan.
Di SD At Taqwa Dekai, rombongan menemukan perpustakaan mini yang digunakan siswa untuk membaca. Fasilitas serupa juga tersedia di TK Tunas Papua. Sementara di TK Bunda Kasih, pihak sekolah menyiapkan sejumlah pojok baca yang dapat diakses anak-anak setiap hari.
Ny. Ami Yahuli mengatakan, bentuk fasilitas literasi di setiap sekolah memang berbeda. Namun seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni membangun budaya membaca sejak usia dini.
“Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan memiliki taman baca, pojok baca, atau perpustakaan yang bisa dimanfaatkan anak-anak. Di At Taqwa ada perpustakaan mini, di TK Tunas Papua juga ada, sedangkan di TK Bunda Kasih terdapat pojok baca. Semua ini untuk menumbuhkan minat baca anak didik kita,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas membaca harus dibarengi peran aktif para guru. Sebab, guru menjadi ujung tombak dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan sekolah.
“Dengan dukungan guru yang terus memotivasi anak-anak untuk membaca, wawasan dan pengetahuan mereka akan berkembang lebih luas. Ini investasi penting bagi masa depan generasi Yahukimo,” katanya.
Selain meninjau fasilitas yang sudah tersedia, pengurus GPMB juga melakukan pendataan koleksi buku di setiap lokasi yang dikunjungi. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan program penguatan literasi ke depan.
“Kami mendata buku-buku yang ada dan melihat apa saja yang masih kurang. Setelah itu akan kami bahas dalam komunitas GPMB agar bantuan buku yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masing-masing tempat,” jelasnya.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke RSUD Dekai. Di rumah sakit tersebut, mereka melihat langsung kondisi taman baca yang diperuntukkan bagi pasien maupun keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan kesehatan.
Pengurus GPMB juga menerima sejumlah masukan dari pihak rumah sakit terkait kebutuhan bahan bacaan dan pengembangan fasilitas literasi di lingkungan RSUD.
Ny. Ami menilai taman baca di rumah sakit memiliki manfaat besar. Selain menjadi sarana edukasi, fasilitas itu juga dapat membantu mengisi waktu pasien dan keluarga selama menjalani proses pengobatan.
Sebagai Bunda Literasi Yahukimo, ia menegaskan bahwa program pemetaan dan penguatan literasi tidak akan berhenti di Dekai. GPMB berencana memperluas kegiatan tersebut ke seluruh distrik dan kampung di Kabupaten Yahukimo.
“Kami akan menjangkau sekolah, puskesmas, fasilitas kesehatan, hingga lingkungan masyarakat di seluruh distrik dan kampung. Tujuannya agar budaya membaca bisa tumbuh merata di seluruh wilayah Yahukimo,” tegasnya.
Ia berharap gerakan literasi mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kebiasaan membaca menjadi modal penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kami ingin budaya membaca semakin kuat di Yahukimo. Semakin banyak membaca, semakin luas wawasan dan pengetahuan masyarakat. Itu menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” tuturnya.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, manajemen RSUD Dekai, serta masyarakat. Melalui program ini, GPMB Yahukimo menegaskan komitmennya untuk memperkuat gerakan literasi hingga menjangkau wilayah-wilayah pelosok.











