MDF Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran Dok 8, Anak Sekolah Dapat Bantuan Perlengkapan Belajar

banner 468x60

JAYAPURA, Lapbiru.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri ( MDF) turun langsung menemui warga korban kebakaran di kawasan Dok 8 Pantai, RT 03/RW 05, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Dalam kunjungan itu, MDF memastikan pemerintah akan membantu pembangunan kembali rumah-rumah yang hangus terbakar serta memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas musibah kebakaran yang terjadi pada 7 Mei lalu dan menghanguskan sedikitnya tujuh rumah warga.

Ketua RT 03/RW 05 Dok 8 Pantai, Bernat Sineri, menyampaikan sejumlah kebutuhan yang saat ini paling dirasakan warga. Selain kehilangan tempat tinggal, korban kebakaran juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami berharap pemerintah memberi perhatian serius kepada warga yang terdampak. Selain rumah yang terbakar, kebutuhan air bersih juga sangat kami perlukan saat ini,” kata Bernat di hadapan gubernur.

Tak hanya itu, Bernat juga meminta perhatian bagi anak-anak yang terdampak musibah. Saat ini mereka tengah mengikuti ujian sekolah dan membutuhkan perlengkapan belajar.

“Anak-anak kami sedang ujian. Banyak yang kehilangan sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya. Kami berharap ada bantuan untuk mereka,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur MDF mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warga Dok 8 Pantai. Ia memastikan pemerintah segera bergerak mempercepat proses pemulihan.

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Saya sudah minta Dinas Pekerjaan Umum melakukan pendataan dan penanganan harus segera dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan rumah-rumah yang terbakar akan dibangun kembali dengan kondisi yang lebih baik. Ia telah meminta Dinas Pekerjaan Umum menyiapkan langkah teknis agar proses pembangunan bisa segera dimulai.

“Saya akan bicara langsung dengan Dinas PU supaya pekerjaan ini cepat berjalan. Rumah warga harus dibangun kembali dan kualitasnya harus lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.

MDF juga bersyukur karena kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah menyiapkan hunian sementara sambil menunggu proses pembangunan kembali rumah mereka.

“Yang paling penting tidak ada korban jiwa. Kalau diperlukan, warga bisa ditempatkan sementara di Hotel Numbay sampai rumah mereka selesai dibangun,” ujarnya.

Selain penanganan pascakebakaran, Pemprov Papua juga akan melanjutkan rencana penataan kawasan Dok 8 Pantai. Program tersebut mencakup pembenahan lingkungan hingga perbaikan jaringan utilitas yang selama ini dinilai semrawut.

“Saya memang sudah punya program penataan kawasan ini. Saat ini masih dalam proses pendataan ulang. Ke depan kawasan ini akan ditata supaya lebih tertib dan aman,” katanya.

Menurutnya, jaringan kabel listrik yang tidak tertata menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi. Ia akan berkoordinasi dengan PLN untuk mengurangi risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

“Saya ingin kabel-kabel listrik ditata dengan baik. Jangan lagi terlihat semrawut. Kami juga akan berkoordinasi dengan PLN untuk mengatasi persoalan yang bisa menyebabkan korsleting listrik,” ucapnya.

Ia memastikan seluruh warga terdampak akan mendapatkan bantuan pemerintah. Bahkan, mereka akan diupayakan masuk dalam program bantuan perumahan dari pemerintah pusat.

“Saya datang ke sini untuk memastikan warga mendapatkan bantuan. Kami juga akan berupaya memasukkan mereka ke program perumahan dari pemerintah pusat,” katanya.

Bantuan bagi anak-anak sekolah juga akan segera disalurkan agar proses belajar mereka tidak terganggu akibat musibah tersebut.

“Sepatu sekolah dan perlengkapan belajar lainnya akan segera kami bantu,” tambah Fakhiri.

Sementara itu, Kapolsek Jayapura Utara, AKP Frengky Rumbiak, mengatakan kebakaran terjadi pada 7 Mei sekitar pukul 15.00 WIT. Berdasarkan pendataan kepolisian, terdapat tujuh kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa yang terdampak.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Ada tujuh rumah yang terdampak dalam peristiwa ini,” jelas Frengky.

Saat ini pemerintah provinsi, pemerintah kota, kepolisian, dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan kawasan terdampak. Warga berharap bantuan dan pembangunan kembali rumah dapat segera terealisasi sehingga mereka bisa kembali menjalani aktivitas secara normal.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply