Aksi Lingkungan Digelar Serentak di Papua, Gubernur MDF Laporkan ke Presiden dan Minta Dana Khusus Sampah

banner 468x60

JAYAPURA, Lapbiru.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhir( MDF)melaporkan pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup 2026 di Papua kepada Presiden RI melalui telekonferensi dari Taman Imbi, Kota Jayapura, Sabtu (6/6/2026).

Dalam laporan itu, MDF mengungkap aksi lingkungan digelar serentak di delapan kabupaten dan satu kota, sekaligus menyampaikan persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Papua.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) diisi berbagai kegiatan. Mulai dari penanaman pohon, rehabilitasi mangrove, aksi bersih lingkungan hingga edukasi pengelolaan sampah.

“Kami laporkan bahwa Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 diselenggarakan secara serentak di delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua,” kata MDF saat menyampaikan laporan kepada Presiden.

Di Kabupaten Kepulauan Yapen, kegiatan difokuskan pada lomba daur ulang sampah untuk pelajar dan aksi bersih pantai. Kabupaten Waropen melakukan penanaman mangrove di kawasan abrasi Pantai Kampung Urfas.

Sementara itu, Kabupaten Jayapura menanam pohon di kawasan penyangga Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Kabupaten Sarmi menggelar penanaman pohon di sejumlah titik sekitar kota.

Aksi serupa juga dilakukan di Kabupaten Biak Numfor melalui kegiatan bersih lingkungan. Sedangkan Kabupaten Mamberamo Raya menjalankan penanaman pohon di kawasan perkotaan dan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sepanjang Juni 2026.

Untuk memperkuat gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua menerbitkan surat edaran yang mengajak seluruh daerah melakukan aksi bersih lingkungan dan melaporkannya melalui aplikasi Kementerian Lingkungan Hidup.

Pemprov Papua juga menggandeng TNI, Polri, TP PKK Papua serta komunitas peduli lingkungan dalam kerja bakti membersihkan kawasan Kali Anafre di Kota Jayapura.

“Pemerintah Provinsi Papua bekerja sama dengan TNI, Polri, TP PKK Provinsi Papua dan berbagai komunitas peduli lingkungan untuk melaksanakan kerja bakti bersih lingkungan di sepanjang Kali Anafre,” ujarnya.

Di hadapan Presiden, MDF turut memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Papua. Hingga Mei 2026, volume sampah di Papua tercatat mencapai 539 ton per hari.

Dari angka tersebut, hanya 11 ton atau sekitar 2,04 persen yang berhasil dikelola. Sebanyak 290 ton per hari masih dibuang ke lokasi pembuangan terbuka, sedangkan 238 ton lainnya terbuang langsung ke lingkungan.

Data itu mendorong Pemprov Papua meminta dukungan lebih besar dari pemerintah pusat. MDF menilai daerah membutuhkan tambahan anggaran dan fasilitas untuk memperbaiki tata kelola sampah sekaligus memperluas program lingkungan berbasis masyarakat.

“Kami sarankan diperlukan dana alokasi khusus untuk mengelola sampah serta dukungan pendanaan program kampung iklim guna mendukung aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat kampung,” tegasnya.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply