Modus Baru Penipuan Catut Nama Gubernur Papua, Masyarakat Diincar Lewat WhatsApp

banner 468x60

JAYAPURA, Lapbiru.com — Modus penipuan dengan mencatut nama Gubernur Papua Matius D. Fakhiri ( MDF) kembali muncul. Pelaku memanfaatkan WhatsApp dan media sosial dengan menawarkan hadiah atau uang ratusan juta rupiah kepada masyarakat kemudian meminta data pribadi hingga informasi rekening.

Pemerintah Provinsi Papua memastikan pesan, akun, meme maupun video tersebut hoaks. Konten itu tidak ada kaitannya dengan Gubernur Papua maupun kebijakan resmi Pemprov Papua.

Juru Bicara Gubernur Papua, DR. M. Rifai Darus,SH, MH mengatakan masyarakat harus berhati-hati terhadap setiap komunikasi yang mengatasnamakan Gubernur Papua.

“Gubernur Papua tidak pernah membagikan hadiah atau uang ratusan juta rupiah kepada masyarakat melalui WhatsApp, media sosial, meme ataupun video,” tegasnya.

Menurutnya, pola penipuan tersebut terus berulang. Pelaku hanya mengganti nomor telepon, akun, foto, narasi maupun bentuk kontennya.

Korban biasanya diarahkan untuk memberikan data pribadi, nomor rekening, nama bank, melakukan transfer, atau menghubungi nomor tertentu.

Ancaman penipuan kini semakin sulit dikenali karena pelaku dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Wajah dan suara seseorang bisa dimanipulasi hingga tampak seolah-olah benar berasal dari tokoh yang dicatut.

“Jangan percaya hanya karena melihat wajah Gubernur atau mendengar suara yang menyerupai Gubernur. Teknologi dapat dimanipulasi,” ungkapnya.

Pemprov Papua meminta masyarakat tidak menunggu klarifikasi setiap kali muncul konten baru dengan modus serupa. Masyarakat diminta langsung mengenali tanda-tanda penipuan dan tidak mengikuti instruksi dari akun atau nomor yang tidak jelas.

“Jika ada pihak yang mengatasnamakan Gubernur Papua, kemudian menjanjikan hadiah atau uang dan meminta data pribadi, rekening, PIN, OTP, transfer atau komunikasi ke nomor tertentu, jangan dipercaya,” ujarnya.

Pemprov Papua menegaskan seluruh transaksi, penyerahan uang maupun pemberian data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan Gubernur Papua di luar saluran resmi pemerintah bukan bagian dari kegiatan ataupun kebijakan Pemprov Papua.

Masyarakat diminta mengabaikan pesan mencurigakan, memblokir nomor atau akun pelaku, serta melaporkannya. Konten tersebut juga tidak perlu diteruskan kepada orang lain agar tidak semakin menyebar.

“Periksa sumbernya sebelum percaya dan jangan pernah menyerahkan data pribadi karena iming-iming hadiah,” pungkasnya.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60