JAYAPURA, LAPBIRU.COM – Pemerintah Provinsi Papua targetkan pemerataan energi hingga ke wilayah terpencil. Penambahan alokasi BBM Satu Harga, perluasan listrik melalui program Papua Terang, hingga pembenahan izin pertambangan rakyat menjadi fokus yang disampaikan dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen memaparkan sejumlah langkah tersebut di halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin (12/10/2026). Pemerintah daerah mendorong sektor energi dan sumber daya mineral menjadi penggerak pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Sektor energi dan sumber daya mineral terus diarahkan menjadi penggerak utama transformasi Papua Cerah. Kami telah memperkuat ketahanan dan pemerataan energi dengan meningkatkan kuota alokasi BBM Satu Harga dan BBM untuk mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Aryoko.
Di sektor kelistrikan, Pemprov Papua mengandalkan program Papua Terang untuk memperluas akses penerangan hingga ke pelosok. Salah satu upayanya melalui penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah terpencil.
Pemprov Papua juga mendorong pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) guna memperluas jangkauan penerangan di sejumlah kawasan.
“Pelaksanaan program Papua Terang telah dilakukan dengan penyediaan PLTS di wilayah terpencil serta pembangunan penerangan jalan umum,” kata Aryoko.
Selain pemerataan energi, pemerintah daerah mulai membenahi tata kelola pertambangan. Fokusnya mencakup percepatan pelayanan perizinan serta dorongan terhadap aktivitas pertambangan rakyat yang legal dan berkelanjutan.
Aryoko menegaskan, kekayaan sumber daya mineral Papua harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Pembenahan tata kelola dinilai penting agar potensi alam daerah dapat dikelola secara lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Di bidang sumber daya mineral, kami terus membenahi tata kelola pertambangan, mempercepat pelayanan perizinan, mendorong pertambangan rakyat yang legal dan berkelanjutan, serta memastikan kekayaan sumber daya alam Papua memberikan nilai tambah dan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pemerataan BBM, perluasan akses listrik, dan penataan pertambangan rakyat menjadi tiga agenda yang disoroti dalam refleksi tahun pertama kepemimpinan Papua. Tantangannya kini memastikan berbagai program tersebut benar-benar menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal.











