JAYAPURA, Lapbiru.com — Pemerintah Provinsi Papua menempatkan dialog, pendekatan humanis, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mewujudkan Papua sebagai tanah damai.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri ( MDF) menegaskan hal tersebut dalam pidato Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Aryoko A.F. Rumaropen di Jayapura,( 12/10/ 2026).
Menurutnya, pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa situasi yang aman, harmonis, dan kondusif. Karena itu, pemerintah berupaya mencegah konflik horizontal sejak dini melalui komunikasi, dialog, dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Pemerintah Provinsi Papua memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, DPR Papua, Majelis Rakyat Papua, pemerintah kabupaten/kota, tokoh adat, tokoh agama, serta lembaga kemasyarakatan.
Ia menilai, penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan pendekatan sosial perlu dikedepankan agar perbedaan di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi konflik yang menghambat pembangunan.
Selain menjaga harmoni, Pemprov Papua berupaya membangun pemerintahan yang lebih terbuka melalui ruang dialog “Papua Mendengar”. Program ini ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan keluhan, kebutuhan, dan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
Dalam pidatonya, Gubernur juga menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah telah melakukan kunjungan ke sembilan kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua, melalui jalur darat dan laut.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengarkan langsung aspirasi ondoafi, kepala suku, mama-mama pedagang di pasar, guru, tenaga kesehatan, pemuda, mahasiswa, serta masyarakat di berbagai wilayah.
Aspirasi tersebut, menurutnya, akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan berikutnya.
Pemprov Papua juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan melalui berbagai kegiatan keagamaan, perayaan nasional, dan kegiatan budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, persoalan dapat diselesaikan lebih awal, dan pembangunan Papua berlangsung dalam suasana damai.
Gubernur menegaskan bahwa Papua CERAH tidak hanya berbicara tentang kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga tentang rasa aman, kerukunan, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.











