JAYAPURA, Lapbiru.com — Sebanyak 294 mahasiswa Universitas Yapis Papua resmi menyelesaikan pendidikan pada jenjang sarjana dan pascasarjana. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri ( MDF) meminta para lulusan tidak hanya memburu pekerjaan, tetapi ikut menciptakan lapangan kerja di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.
Pesan itu disampaikan MDF saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Pascasarjana dan Program Sarjana Universitas Yapis Papua Tahun 2026, Kamis (24/9/2026).
Gubernur mengatakan, gelar akademik harus menjadi bekal untuk menghasilkan karya dan memberi manfaat bagi masyarakat. Lulusan perguruan tinggi juga diharapkan mampu melihat potensi lokal sebagai peluang untuk membangun usaha.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada 294 wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyelesaikan pendidikan pada jenjang sarjana dan pascasarjana,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Papua. Kampus tidak cukup hanya melahirkan lulusan dengan ijazah dan gelar, tetapi juga harus membentuk sumber daya manusia yang mampu menghadirkan solusi dan inovasi.
MDF kemudian memberikan pesan khusus kepada para wisudawan. Mereka diminta berani keluar dari pola pikir hanya menunggu lowongan pekerjaan.
“Saudara tidak cukup hanya menjadi pencari kerja. Saudara harus memiliki keberanian untuk menjadi pencipta peluang, membangun usaha, mengembangkan potensi lokal dan jika memungkinkan membuka kesempatan kerja bagi orang lain,” tegasnya.
Gubernur Papua mengakui persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Sementara itu, ketersediaan lapangan kerja di daerah masih menjadi tantangan.
Kondisi tersebut, menurut dia, harus dijawab dengan kreativitas dan keberanian membaca peluang. Potensi daerah yang selama ini belum maksimal digarap dapat dikembangkan menjadi usaha maupun kegiatan ekonomi baru.
Dia juga meminta para lulusan membawa ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah ke tengah masyarakat.
“Ilmu yang saudara peroleh harus bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya menjawab berbagai tantangan pembangunan di Papua,” katanya.
Selain memberikan pesan kepada lulusan, Gubernur mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Papua membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Kampus memiliki sumber daya manusia dan pengetahuan, pemerintah memiliki kebijakan, sementara dunia usaha dapat membuka ruang pengembangan ekonomi.
“Mari kita jadikan momentum Dies Natalis dan Wisuda ini sebagai energi baru untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam membangun Papua,” ujarnya.
MDF berharap para sarjana baru tersebut tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mereka diharapkan mampu bekerja, berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan di Papua.
“Saya percaya, dengan sumber daya manusia yang cerdas, semangat kerja yang kuat serta persatuan dan harmoni yang terus kita jaga, kita dapat mempercepat terwujudnya Papua yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.











