JAYAPURA, LAPBIRU.COM — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengajak seluruh keluarga besar GKI Alfa Omega Bhayangkara untuk terus memperkuat persekutuan, pelayanan, serta mengambil bagian dalam pembangunan Papua.
Ajakan tersebut disampaikan MDF saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Kemandirian Jemaat GKI Alfa Omega Bhayangkara ke-4, Selasa (29/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun dan selamat merayakan hari kemandirian kepada seluruh warga jemaat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan selamat ulang tahun dan selamat merayakan Hari Kemandirian kepada seluruh keluarga besar GKI Alfa Omega Bhayangkara,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan kemandirian jemaat tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sebuah gereja, tetapi juga kesempatan untuk melihat kembali karya Tuhan, memperkuat persekutuan, serta memperbarui komitmen menghadirkan kasih Kristus di tengah kehidupan masyarakat.
Gubernur menegaskan, tema perayaan “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja” hendaknya tidak dimaknai sebatas kemandirian secara kelembagaan. Kemandirian, kata dia, juga harus diwujudkan melalui kedewasaan iman, penguatan pelayanan, serta kehadiran gereja yang semakin nyata bagi masyarakat.
Ia mengapresiasi perjalanan GKI Alfa Omega yang telah berkembang dari Rayon Alfa Omega Paulus Flamboyan, kemudian menjadi bakal jemaat pada 7 Februari 2021, hingga ditetapkan sebagai jemaat mandiri pada 29 September 2022 dalam Sidang ke-16 Klasis GKI Port Numbay.
Saat ini, lanjutnya, GKI Alfa Omega telah berkembang menjadi sebuah persekutuan dengan 826 jiwa dan 182 kepala keluarga.
“Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa sebuah jemaat dapat bertumbuh ketika dibangun di atas iman, kebersamaan, pelayanan, dan tanggung jawab bersama,” katanya.
MDF juga menyambut baik komitmen jemaat untuk menumbuhkan iman, menjaga hubungan antarwarga, mendukung pembangunan daerah, serta ikut menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan.
Menurutnya, gereja merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam membangun manusia dan masyarakat Papua. Pembangunan Papua, kata dia, tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Pembangunan Papua membutuhkan keterlibatan pemerintah, gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dunia pendidikan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak warga GKI Alfa Omega Bhayangkara untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan Papua, bukan hanya melalui aktivitas di dalam gereja, tetapi juga dengan hadir dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Ia mendorong jemaat untuk membangun kepedulian terhadap sesama, menjaga lingkungan, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai kasih, kejujuran, kedamaian dan tanggung jawab kepada generasi muda.
MDF menyebut semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Papua, yakni mewujudkan Papua yang cerdas, Papua yang sejahtera, dan Papua yang harmoni.
“Gereja memiliki peran penting dalam mewujudkan Papua yang cerdas melalui pembinaan iman dan karakter; Papua yang sejahtera melalui kepedulian dan pelayanan sosial; serta Papua yang harmoni melalui penguatan persaudaraan, toleransi, perdamaian, dan kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Tanah Papua merupakan rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Setiap keluarga, setiap komunitas, dan setiap lembaga keagamaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga rumah bersama ini agar tetap damai, adil, sejahtera, dan penuh kasih,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Gubernur turut mengenang keterlibatan sejumlah pihak dalam proses awal pembangunan gereja tersebut. Ia menyebut dirinya bersama unsur Brimob, Kapolda, serta pihak lainnya pernah memberikan dukungan terhadap pembangunan gereja.
MDF juga memiliki kedekatan historis dengan komunitas jemaat Alfa Omega. Ia menceritakan bahwa dirinya pernah memiliki keterlibatan dengan kegiatan sekolah minggu Alfa Omega ketika masih berada di Gereja Paulus.
Ia berharap keberadaan GKI Alfa Omega Bhayangkara dapat terus memberikan manfaat bagi seluruh keluarga yang tinggal di lingkungan kompleks tersebut, termasuk menjadi ruang pembinaan iman dan kebersamaan bagi anak-anak dan generasi muda.
MDF juga menyinggung perkembangan fasilitas di sekitar gereja yang menurutnya kini semakin baik dan memberikan rasa aman bagi warga yang melakukan aktivitas pada malam hari.
Di akhir sambutannya, ia kembali mengajak seluruh warga jemaat untuk menjadikan kemandirian gereja sebagai momentum untuk meningkatkan pelayanan.
“Kepada seluruh warga Jemaat Alfa Omega Bhayangkara, teruslah bertumbuh dalam iman, kuat dalam persekutuan, dan nyata dalam pelayanan,” katanya.
Ia berharap kemandirian jemaat menjadi tonggak untuk melangkah lebih jauh dalam menghadirkan nilai-nilai Kristiani bagi keluarga, gereja, masyarakat, dan Tanah Papua.











