MDF : Ternyata, Membangun Papua Tak Harus Selalu Pakai Rapat

banner 468x60

JAYAPURA, Lapbiru.com — Membangun Papua tidak selalu harus dilakukan melalui rapat formal. Komunikasi dan kerja bersama dalam suasana santai juga bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat koordinasi antarlembaga.

Hal itu ditunjukkan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) saat mengikuti coffee morning dan olahraga bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua di Markas Kodam XVII/Cenderawasih, Kota Jayapura, Jumat (21/8/2026).

Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga bersama. Momentum informal itu justru menjadi ruang untuk membangun kedekatan, komunikasi dan kepercayaan antara pemerintah daerah, TNI, Polri serta unsur Forkopimda lainnya.

“Olahraga bukan hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Dalam konteks pemerintahan dan pembangunan Papua, olahraga bersama juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan rasa saling percaya,” katanya.

Menurutnya, komunikasi yang dibangun dalam suasana lebih cair dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas. Masing-masing lembaga juga bisa saling memahami persoalan serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas.

MDF menegaskan, pembangunan Papua tidak mungkin dikerjakan pemerintah daerah sendirian. Kolaborasi antarlembaga dibutuhkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan.

“Pembangunan Papua membutuhkan kolaborasi. Kita ingin memastikan keamanan dan pembangunan berjalan beriringan,” ujarnya.

Dia menyebut situasi keamanan yang kondusif akan memberikan ruang lebih besar bagi investasi dan aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut juga menjadi bagian penting untuk mendorong kemajuan pendidikan, kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, MDF mengajak TNI, Polri, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat untuk mengambil peran dalam pembangunan Papua.

“Jadikan momentum ini sebagai energi baru untuk memperkuat koordinasi, membangun kepercayaan dan meningkatkan soliditas kita dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

MDF berharap kebersamaan Forkopimda tidak berhenti setelah kegiatan olahraga bersama. Komunikasi yang sudah terbangun harus terus dipelihara dan diterjemahkan dalam kerja nyata ketika menghadapi berbagai persoalan di Papua.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan kondisi geografis Papua membuat koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi kebutuhan penting.

Menurut Febriel, menciptakan kedamaian, keamanan dan kemajuan Papua bukan semata-mata tugas TNI. Seluruh unsur masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama.

“Jadi bukan hanya tanggung jawab kami (TNI) saja, tapi juga tanggung jawab bersama dengan pemerintah daerah, kepolisian, lembaga negara, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh komponen masyarakat,” katanya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60