Catatan Perjalanan ini dimulai sederhana, tanpa seremoni. Hanya niat menjalankan tugas organisasi. Pagi itu, pukul 07.00 WIT, kami bergerak dari Entrop menuju Kabupaten Jayapura. Di dalam mobil, suasana santai obrolan ringan, sesekali diselingi candaan.
Setibanya di Sentani, kami menjemput Najha dan Edi. Perut mulai mengingatkan, jadi kami singgah di Pasar Lama Sentani. Seporsi nasi kuning jadi pengganjal sebelum melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 08.30 WIT, kami kembali tancap gas.
Perjalanan dari Sentani menuju Bonggo memakan waktu sekitar dua setengah jam. Jalanan cukup bersahabat, meski di beberapa titik terasa menantang. Di Bonggo SP 2, kami berhenti sejenak di Warung dan Penginapan Tri Tunggal Al-Baqarah. Tempat sederhana, tapi cukup untuk rehat. Kopi panas, makanan seadanya, dan obrolan yang mulai mengarah ke agenda utama Muscab.
Sekitar pukul 14.01 WIT, kami tiba di Sarmi. Tak banyak waktu terbuang, delapan menit kemudian kami sudah sampai di Hotel Twelve. Suasana lobi tenang, nyaris tanpa hiruk pikuk. Kami manfaatkan waktu untuk beristirahat sebelum agenda berikutnya.
Pukul 16.00 WIT, kami dijemput oleh pengurus DPC PPP Kabupaten Sarmi. Musyawarah Cabang (Muscab) IV resmi digelar pada 30 April 2026.
Suasana Muscab terasa sederhana. Tidak ada kemeriahan berlebih, cenderung datar. Namun di balik kesederhanaan itu, ada hal yang mengganjal didalam hati saya. PPP sebagai salah satu partai pengusung yang ikut memenangkan Bupati terpilih Sarmi pada Pilkada 2024, terasa kurang mendapat tempat.
Hal ini sempat jadi bahan diskusi di dalam mobil mungkin sebatas sebuah ungkapan setengah bercanda, tapi menyimpan kegelisahan.
Di sisi lain, DPP menegaskan seluruh pelaksanaan Muscab secara nasional harus rampung paling lambat 20 Mei. Ini menjadi pengingat bahwa dinamika di daerah tidak boleh menghambat agenda besar partai.
Haji Fahrudin Terpilih Aklamasi
Dalam forum Muscab IV tersebut, Haji Fahrudin resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Sarmi periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi oleh 10 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang hadir.
Usai terpilih, Fahrudin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Saya bersyukur atas amanah ini. Ini tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran jajaran DPW PPP Papua yang turut mengawal jalannya Muscab. Fahrudin mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk bersatu, memperkuat konsolidasi, dan menatap target Pemilu 2029.
Menurutnya, fokus utama ke depan adalah menghadapi tahapan verifikasi partai, baik administrasi maupun faktual. Ia optimistis, dengan kerja bersama, target tersebut bisa dicapai.
Sebagai langkah awal, ia menargetkan penyusunan struktur kepengurusan rampung dalam tujuh hari. Ia juga membuka ruang bagi kader yang siap berkontribusi.
Tak hanya itu, Fahrudin menargetkan peningkatan kursi PPP di DPRK Sarmi pada Pemilu 2029, dari satu kursi saat ini menjadi dua hingga tiga kursi.
Muscab Berjalan Lancar dan Solid
Muscab IV DPC PPP Kabupaten Sarmi berlangsung aman, lancar, dan tertib. Sejak awal hingga penutupan, suasana forum terjaga kondusif.
Seluruh PAC se-Kabupaten Sarmi hadir lengkap sebanyak 10 PAC dari berbagai distrik ikut ambil bagian, mulai dari Sarmi, Tor Atas, Bonggo, hingga Apawer Hulu. Kehadiran penuh ini membuat forum dinilai representatif dalam mengambil keputusan penting.
Dari DPW PPP Papua, hadir Sekretaris DPW Abdul Rahim G, bersama Wakil Ketua Bidang Organisasi Najamudin Kadir dan Edi. Kehadiran mereka memperkuat jalannya forum sekaligus memastikan proses berjalan sesuai mekanisme organisasi.
DPW Tekankan Konsolidasi Total
Dalam sambutan Ketua DPW PPP Papua Haji Mursidin yang dibacakan Sekretaris DPW, Abdul Rahim, ditegaskan pentingnya konsolidasi total di semua tingkatan.
Muscab disebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum menyatukan langkah partai menghadapi tahapan politik yang semakin padat.
“Jangan bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh kekompakan. Muscab ini jadi ruang menyatukan persepsi,” tegasnya.
DPW mengingatkan, waktu partai sangat terbatas, terutama dalam menghadapi verifikasi faktual. Karena itu, seluruh DPC diminta bergerak cepatmerapikan struktur, menuntaskan administrasi, dan memperkuat basis dukungan.
Pasca-Muscab, tidak boleh ada jeda. Mesin partai harus langsung bergerak.
Muscab IV berakhir sekitar pukul 17.30 WIT. Tak lama berselang, pukul 17.55 WIT, kami kembali ke hotel saya, Sekretaris DPW Abdul Rahim, dan Edi selaku Wakil Ketua Bidang OKK.
Kami duduk di lobi, sempat terdiam. Bingung harus melakukan apa. Akhirnya, pilihan paling sederhana menikmati kopi di salah satu kafe di Kota Sarmi, sambil membahas persiapan Muscab berikutnya di Keerom, Kota Jayapura, dan Biak.
Perjalanan pulang pun tak kalah berkesan. Dalam perjalanan dari Sarmi ke Jayapura, kami sempat singgah di sebuah masjid di Distrik Bonggo Barat, kawasan transmigrasi. Sekitar pukul 12.05 WIT, kami menunaikan salat Jumat di sana.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan bersama Abdul Rahim, Edi, dan Najha. Jalan panjang kembali ditempuh, dengan pikiran yang masih dipenuhi evaluasi dan harapan tentang peran partai, tentang konsistensi, dan tentang bagaimana tetap berdiri, meski kadang terasa dipinggirkan.











