Tunaikan Janji Kampanye, Gubernur MDF Luncurkan Kartu Pace Mace untuk Pelajar dan Mahasiswa Papua

banner 468x60

JAYAPURA , Lapbiru.com– Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) mulai merealisasikan program unggulan yang dijanjikan saat Pilgub Papua 2024-2025. Salah satunya melalui peluncuran Kartu Pace Mace yang digelar di Kota Jayapura, Jumat (12/6/2026).

Program tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Papua dalam membangun sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Kartu Pace Mace hadir untuk mendukung pelajar dan mahasiswa Papua agar memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Dalam program itu, Kartu Pace diperuntukkan bagi Pelajar Cerdas, sedangkan Kartu Mace ditujukan bagi Mahasiswa Cerdas. Khusus pemegang Kartu Mace, pemerintah akan memberikan bantuan pendidikan setiap bulan.

MDF mengatakan, peluncuran program tersebut bukan sekadar membagikan kartu bantuan pendidikan. Menurutnya, program itu merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus Papua.

“Hari ini bukan hanya peluncuran sebuah kartu. Hari ini kita meluncurkan komitmen besar untuk membangun sumber daya manusia Papua menuju Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” kata MDF saat memberikan sambutan.

Ia menegaskan pembangunan manusia menjadi prioritas utama pemerintahannya. Ia menilai masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi juga kualitas generasi mudanya.

“Papua punya emas, tembaga, hutan, dan laut yang luar biasa. Tapi kekayaan terbesar Papua adalah anak-anak mudanya. Karena itu kami memilih pembangunan manusia sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Menurutnya, konsep Pace Mace dirancang sebagai siklus pembangunan SDM yang berkelanjutan. Anak-anak Papua didorong tumbuh dari pelajar cerdas menjadi mahasiswa cerdas, kemudian kembali mengabdi sebagai tenaga profesional maupun pemimpin di tanah kelahirannya.

“Harapan kami, mereka kelak menjadi guru, dokter, polisi, hakim, birokrat, pengusaha, atlet, hingga tokoh masyarakat yang membangun Papua,” ujarnya.

Selain pendidikan, Pemprov Papua juga tengah menyiapkan program Kartu Sehat sebagai fondasi pendukung pembangunan SDM. Pemerintah menilai kesehatan dan pendidikan merupakan dua sektor yang tidak bisa dipisahkan dalam menciptakan generasi unggul.

Di hadapan para pimpinan perguruan tinggi, MDF juga menyampaikan apresiasi atas dukungan kampus-kampus di Papua yang selama ini ikut membantu merumuskan berbagai program pendidikan.

Ia memastikan pemerintah akan terus memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda Papua, termasuk melalui dukungan pembiayaan pendidikan yang lebih besar dan merata.

MDF bahkan menargetkan dalam 15 hingga 20 tahun mendatang akan lahir pemimpin-pemimpin Papua dari program tersebut.

“Saya bermimpi 15 sampai 20 tahun ke depan ada bupati, wali kota, gubernur, pimpinan BUMN, akademisi, diplomat, jenderal, dan pengusaha yang pernah menjadi bagian dari program Pace Mace. Itulah investasi terbesar yang kita mulai hari ini,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada beasiswa, Pemprov Papua juga menyiapkan langkah lanjutan agar lulusan program tersebut memiliki ruang untuk berkarya.

Karena itu, pemerintah akan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, sektor swasta, serta pemerintah kabupaten dan kota guna membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi generasi muda Papua.

“Kami ingin anak-anak muda Papua tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pelaku pembangunan dan pencipta lapangan kerja. Industri Papua harus tumbuh dengan wajah Papua dan diisi tenaga-tenaga terbaik dari Papua,” tandasnya.

Melalui program Kartu Pace Mace, Pemerintah Provinsi Papua berharap lahir generasi muda yang berdaya saing, mandiri, dan mampu menjadi motor pembangunan Papua pada masa mendatang.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply