JAYAPURA, Lapbiru.com – Pemerintah Provinsi Papua mulai mengevaluasi penyelenggaraan Border Trade Fair (BTF) 2026 dengan menyerap masukan dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu usulan yang mencuat adalah penambahan durasi pameran dari tiga hari menjadi lima hari.
Usulan itu muncul setelah pelaksanaan BTF sebelumnya dinilai memberi manfaat bagi pelaku UMKM, baik dari sisi promosi maupun peningkatan transaksi selama pameran berlangsung.
Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, mengatakan pemerintah telah menghimpun berbagai masukan dari peserta usai empat kali pelaksanaan BTF. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun ini.
“Ini artinya ada respons positif. Ada dampak yang mereka rasakan dari pelaksanaan BTF sebelumnya sehingga mereka meminta waktu pelaksanaan kegiatan ditambah,” kata Suzana, Rabu(15/7/2026).
Menurutnya, permintaan penambahan waktu menjadi salah satu indikator bahwa BTF memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Semakin lama kegiatan berlangsung, semakin besar peluang pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Pemprov Papua kini akan membahas usulan tersebut bersama organisasi perangkat daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan Border Trade Fair 2026.
Selain menindaklanjuti aspirasi pelaku usaha, hasil evaluasi penyelenggaraan sebelumnya juga akan dijadikan dasar untuk menyempurnakan konsep pelaksanaan BTF tahun ini.
Tujuannya agar pameran perdagangan lintas batas itu mampu memberi ruang promosi yang lebih luas sekaligus memperkuat pemasaran produk-produk UMKM Papua.











