JAYAPURA, Lapbiru.com – Pemerintah Provinsi Papua bersama Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut kembali menghadirkan layanan keuangan hingga wilayah terluar. Wakil Gubernur Papua Aryoko F. Rumaropen secara resmi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2026 di Jayapura, Rabu (6/8/2026).
Ekspedisi ini akan membawa uang rupiah layak edar, layanan kas keliling, penukaran uang, serta edukasi keuangan kepada masyarakat di lima pulau terluar Papua. Program tersebut menjadi upaya memastikan layanan negara menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Aryoko menegaskan, kehadiran negara tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur. Masyarakat di wilayah terpencil juga harus mendapat akses yang sama terhadap layanan keuangan.
“Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi simbol kedaulatan negara sekaligus identitas bangsa Indonesia. Memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar memperoleh uang rupiah yang layak edar merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga keadilan dan pemerataan pelayanan,” ujarnya.
Selama pelayaran, tim ekspedisi akan mengunjungi Pulau Pai, Pulau Bras, Pulau Numfoor, Pulau Bepondi, dan Pulau Yapen. Selain menyalurkan uang layak edar, tim juga menggelar edukasi melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) bagi masyarakat dan pelajar.
Aryoko mengakui tantangan pelayanan di Papua tidak ringan. Wilayah yang luas, didominasi kepulauan dan pesisir, ditambah akses transportasi yang terbatas, membuat sebagian masyarakat masih sulit memperoleh layanan keuangan.
Karena itu, ia menilai kolaborasi Bank Indonesia, TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar masyarakat di wilayah terluar tidak tertinggal.
“Papua memiliki bentang wilayah yang sangat luas dengan karakter geografis yang kompleks. Masih banyak masyarakat di pulau-pulau kecil menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan. Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini, negara benar-benar hadir menjangkau mereka yang selama ini berada di garis terdepan NKRI,” katanya.
Menurutnya, ekspedisi ini tidak hanya mendistribusikan uang layak edar. Kegiatan tersebut juga memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah perbatasan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga rupiah sebagai simbol persatuan bangsa.
Tim ekspedisi juga akan memberikan edukasi mengenai pentingnya merawat uang rupiah, memahami fungsi rupiah sebagai lambang negara, serta meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Pemerintah Provinsi Papua, lanjut Aryoko, mendukung penuh setiap program yang memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik, termasuk penguatan sistem pembayaran. Program itu juga sejalan dengan visi Transformasi Papua Cerah yang mendorong pemerataan pelayanan dan pembangunan sumber daya manusia.
Di akhir sambutannya, Aryoko berharap seluruh rangkaian Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026 berjalan aman dan lancar serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Semoga ekspedisi ini semakin memperkuat kehadiran negara hingga pelosok Tanah Papua, memperkokoh kedaulatan NKRI, serta menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Ia kemudian secara resmi melepas keberangkatan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026.
“Dengan memohon rahmat dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua Tahun 2026 secara resmi saya lepas,” pungkasnya.











