FDS XV 2026 Dibuka, MDF: Budaya Papua Harus Hidup dan Menggerakkan Ekonomi Rakyat

banner 468x60

SENTANI, Lapbiru.com – Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 resmi dibuka Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa di Pantai Khalkhote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/9/2026).

Festival budaya terbesar di kawasan Danau Sentani itu tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan seni. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) menegaskan bahwa FDS harus menjadi ruang menjaga identitas Papua sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.Pembukaan FDS XV dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Jayapura, Forkopimda, anggota DPR RI, duta besar, tokoh adat, tokoh agama, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Budayaku Adalah Hidupku”, FDS XV 2026 telah diawali dengan kegiatan pra-festival pada 25–29 Agustus. Puncak festival berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 September 2026.

MDF mengatakan Festival Danau Sentani memiliki makna lebih besar daripada sekadar agenda tahunan.“FDS harus kita maknai lebih jauh daripada sebuah perayaan. Festival ini adalah ruang untuk mengenal, mencintai, menghidupkan dan mewariskan budaya Papua,” ujarnya.

Berbagai kekayaan budaya masyarakat Papua ditampilkan dalam festival tersebut. Mulai dari Isosolo atau tarian di atas perahu, panen ulat sagu, tokok atau pangkur sagu, seni musik dan tari, cerita rakyat, kerajinan tangan hingga kuliner tradisional.Menurtnya, seluruh kekayaan budaya itu tidak boleh hanya menjadi tontonan bagi pengunjung. Festival harus memberi dampak nyata bagi masyarakat yang menjaga dan menghidupkan budaya tersebut.

“Kita ingin budaya tidak berhenti di atas panggung. Budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

FDS juga menjadi peluang ekonomi bagi warga Kabupaten Jayapura. Kehadiran pengunjung membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menjual makanan tradisional, kerajinan tangan, produk lokal dan berbagai hasil kreativitas masyarakat.Pedagang kecil, pengrajin, pelaku kuliner hingga masyarakat yang menyediakan jasa transportasi dan kebutuhan pengunjung ikut merasakan perputaran ekonomi selama festival berlangsung.

Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar pula peluang uang beredar di tengah masyarakat. Produk-produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar mendapat kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, MDF mendorong pengembangan kuliner tradisional, pangan lokal, kerajinan dan seni pertunjukan agar tidak hanya tampil saat festival berlangsung, tetapi terus berkembang sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

Ia juga memberi perhatian khusus terhadap peran generasi muda Papua. Mereka diminta tidak hanya datang menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi terlibat langsung dalam menjaga dan meneruskan warisan leluhur.

“Mari kita pastikan bahwa anak-anak Papua tidak hanya menjadi penonton budaya, tetapi menjadi pelaku dan pewarisnya,” katanya.

Menurutnya, generasi muda juga memiliki peran besar dalam mengembangkan budaya Papua menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Seni, musik, kerajinan, kuliner dan tradisi lokal harus mampu membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru.

Ia menilai pelestarian budaya memiliki hubungan erat dengan arah pembangunan Papua ke depan. Semangat itu, menurut MDF, sejalan dengan visi Papua CERAH, yakni Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmoni.

Festival Danau Sentani XV diharapkan menjadi titik pertemuan antara budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat.

Selain memperkuat kebanggaan terhadap identitas Papua, festival ini membuka peluang bagi pelaku UMKM, seniman, pengrajin dan masyarakat sekitar untuk memperoleh penghasilan dari meningkatnya aktivitas wisata.

“Papua akan maju apabila kita berjalan bersama, bergandengan tangan dalam semangat gotong royong, persaudaraan dan saling menghormati,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply