JAYAPURA, Lapbiru.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri ( MDF) meminta Program Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya menyasar sektor pertanian. Program pemerintah pusat itu didorong diperluas ke perkebunan, sosial, budaya, dan bidang lain yang memiliki potensi dikembangkan di Papua.
Permintaan tersebut disampaikan MDF saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau Sekolah Rakyat Rintisan Terintegrasi 75 di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Jumat (18/9/2026).
MDF mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam program tersebut. Menurut dia, para Patriot tidak hanya datang untuk mengajar, tetapi juga turun melihat potensi daerah dan mendampingi masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Kementerian Transmigrasi. Dengan program Patriotnya, telah mengirim generasi muda, anak-anak cerdas yang bersekolah di Jawa, kemudian dikirim ke Papua untuk melihat sumber daya alam yang ada dan belum tergarap,” katanya.
Gubernur menyebut pendampingan langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari program tersebut. Sebab, Papua memiliki sumber daya alam yang besar, namun masih membutuhkan penguatan sumber daya manusia untuk mengembangkan potensi tersebut.
“Selain mengajar, mereka juga memberikan pendampingan dalam kegiatan-kegiatan yang tumbuh di tengah masyarakat. Itu hebat,” ujarnya.
MDF berharap program tersebut tidak berhenti pada 2026. Jumlah generasi muda yang dikirim ke Papua juga diharapkan bertambah.
“Kalau bisa tahun berikutnya lebih banyak lagi. Tidak hanya di pertanian, tetapi juga perkebunan, sosial budaya, atau bidang lainnya,” katanya.
Menurutnya, para Patriot juga memiliki peran lain. Mereka dapat menjadi penghubung untuk memperkenalkan Papua kepada masyarakat di luar daerah melalui pengalaman yang diperoleh selama berada di lapangan.
“Ini juga sebenarnya agen-agen untuk menyampaikan ke luar Papua bahwa Papua sebenarnya tidak tertinggal. Tinggal dioles atau diberikan pendampingan, dia akan terus meroket seperti daerah lain yang ada di Jawa,” ujarnya.
Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 dari Kementerian Transmigrasi diarahkan untuk menghadirkan sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi. Para peserta menjalankan riset, pendampingan masyarakat, serta membantu mengembangkan potensi kawasan.
MDF berharap pola tersebut diperkuat pada tahun berikutnya. Tidak hanya jumlah Patriot yang ditambah, tetapi juga cakupan bidang pengabdian diperluas agar lebih banyak potensi Papua yang bisa disentuh langsung.











