JAYAPURA, LAPBIRU.COM — Biak Numfor bersiap menjadi panggung besar budaya Papua dan Pasifik. Festival Budaya Biak Melanesia akan digelar pada 17–21 Oktober 2026 dengan melibatkan perwakilan dari berbagai wilayah Tanah Papua, sejumlah daerah di Indonesia, hingga negara-negara Pasifik.
Festival ini tak lagi sebatas menampilkan budaya Biak. Cakupannya diperluas dengan menghadirkan kesenian dan budaya dari Papua Raya, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Maluku Utara.
Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Carter Rumbarar Kapissa mengatakan, perubahan nama dari Festival Budaya Biak menjadi Festival Budaya Biak Melanesia menunjukkan semakin luasnya peserta dan materi budaya yang ditampilkan.
“Bukan hanya dari Biak saja. Dalam skala Papua se-Papua Raya kami hadirkan di sana. Kemudian beberapa daerah Melanesia dan beberapa negara dari Pasifik juga hadir,” kata Jimmy seusai bertemu Gubernur Papua Matius D. Fakhiri di Gedung Negara, Jayapura, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung keberagaman budaya Papua dan identitas Melanesia.
“Kalau ingin lihat Papua, ingin lihat ras Melanesia, ingin lihat pertunjukan dan apa itu orang Papua, jangan datang jauh-jauh. Datang ke Biak,” ujarnya.
Gubernur MDF Siap Hadir
Persiapan Festival Budaya Biak Melanesia turut dibahas Jimmy saat beraudiensi dengan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri. Dalam pertemuan itu, Gubernur Papua menyatakan kesediaannya menghadiri pembukaan festival pada 17 Oktober mendatang.
Pemprov Papua juga memberikan dukungan berupa 500 ukulele. Alat musik tersebut akan dimainkan anak-anak sekolah dalam rangkaian pembukaan festival.
Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.500 anak. Jimmy menyebut jumlah itu masih bisa bertambah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan masyarakat, terlebih anak-anak didik, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua yang telah memberikan bantuan 500 ukulele,” katanya.
Budaya Papua Raya Bertemu di Biak
Jimmy menjelaskan, pada 2024 dan 2025 kegiatan tersebut masih menggunakan nama Festival Budaya Biak. Tahun ini, kata dia, nama Melanesia ditambahkan karena skala kegiatan semakin luas.
Sejumlah negara Pasifik juga dijadwalkan hadir. Persiapan festival telah mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, DPD RI, serta DPR RI.
Jimmy menegaskan, Biak akan menjadi titik pertemuan berbagai budaya dari Tanah Papua selama lima hari pelaksanaan festival.
“Ke Biak bisa ketemu Jayapura, bisa ketemu Serui, Sorong, Timika, Wamena, Merauke, dan semua Tanah Papua ada di Biak tanggal 17 sampai 21 Oktober dalam Festival Budaya Biak Melanesia,” tegasnya.











