MDF Dorong Waropen Cetak 300 Hektare Sawah

banner 468x60

WAROPEN, Lapbiru.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong percepatan program cetak sawah rakyat di Kabupaten Waropen hingga 300 hektare. Ia bahkan mengingatkan pejabat daerah agar tidak lamban menjalankan program pertanian yang sudah mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat.

Pernyataan itu disampaikan MDF saat melakukan penanaman perdana sawah rakyat seluas 100 hektare di Kampung Baino Jaya, Distrik Oudate, Kabupaten Waropen, Senin (18/5/2026).

Menurut MDF, kondisi fiskal daerah saat ini sedang berat akibat efisiensi anggaran. Karena itu, pemerintah daerah diminta aktif memanfaatkan program strategis nasional (PSN) yang didorong pemerintah pusat.

“Semua provinsi itu sama, uangnya tidak ada. Kita ambil manfaat dari semua program strategis nasional. Saya sudah keliling ke semua menteri supaya program-program itu bisa dikerjakan di Papua,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua kini memprioritaskan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai penggerak ekonomi baru masyarakat.

MDF menilai Waropen memiliki potensi besar karena didukung lahan luas dan subur. Pemkab Waropen diminta segera merealisasikan program cetak sawah yang sudah disiapkan pemerintah pusat.

“Itu uangnya ada. Tinggal Pak Bupati dan kepala dinas kerja. Kalau kepala dinas kerja lambat, copot saja, ganti yang mau kerja,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada padi, MDF juga mendorong pengembangan komoditas lain seperti kelapa, kakao, kopi, singkong hingga tanaman jarak yang diproyeksikan menjadi sumber energi terbarukan.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam seluruh program pembangunan di Papua, khususnya di Waropen.

“Proteksi bagi orang Papua itu tidak boleh ditawar-menawar. Masyarakat adat harus dilibatkan dalam setiap program pembangunan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Papua juga memastikan dukungan pembangunan infrastruktur jalan dan konektivitas menuju wilayah-wilayah terisolasi di kawasan pesisir utara Papua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Waropen, Thomas Marini, mengatakan daerahnya mendapat program CSR cetak sawah rakyat seluas 300 hektare pada 2026.

Lahan itu berada di kawasan SP2 dan SP3 Distrik Inggerus. Selain itu, Distrik Oudate dan Distrik Wonti juga disiapkan sebagai kawasan pengembangan sawah rakyat.

“Kabupaten Waropen tahun 2026 mendapat program CSR cetak sawah rakyat seluas 300 hektare di SP2 dan SP3 Distrik Inggerus,” kata Marini.

Menurut dia, kajian SID yang dikerjakan Universitas Cenderawasih dan Unipa Manokwari telah selesai dan menjadi dasar pelaksanaan program pertanian di sejumlah distrik.

Marini memastikan masyarakat adat mendukung penuh pembukaan lahan pertanian tersebut. Para pemilik hak ulayat bahkan telah menyerahkan lahannya untuk dijadikan kawasan persawahan.

“Para pemilik hak ulayat sudah hadir dan menyerahkan lahannya sehingga program ini tidak mengalami penolakan dari masyarakat,” ujarnya.

Selain pengembangan sawah, Waropen juga mulai diproyeksikan menjadi kawasan budidaya cabai di Papua. Produksi cabai daerah itu saat ini mencapai 800 kilogram hingga satu ton per bulan dan dipasarkan ke Yapen, Biak, hingga Jayapura.

“Tahun ini kita canangkan Waropen sebagai kawasan budidaya cabai untuk membantu memenuhi kebutuhan dan menekan inflasi di Papua,” katanya.

Pemkab Waropen juga mulai menyiapkan pengembangan tanaman singkong dan jarak di sepanjang jalur Waropen menuju Nabire. Komoditas itu diproyeksikan menjadi bahan baku etanol pada masa mendatang.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60