Gubernur MDF: FDS XV Harus Jadi Panggung Budaya dan Penggerak Ekonomi Papua

banner 468x60

SENTANI, Lapbiru.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri ( MDF) mengapresiasi seluruh pihak yang ikut menyukseskan Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026. Dia menegaskan, festival budaya itu tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk menjaga budaya, lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan MDF saat membuka Pra-FDS XV 2026 di Kabupaten Jayapura, Selasa (25/8/2026). FDS tahun ini mengusung tema “Budayaku Adalah Hidupku.”

Menurutnya, tema tersebut menggambarkan pentingnya menempatkan budaya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“FDS XV tahun 2026 mengangkat tema ‘Budayaku Adalah Hidupku’. Tema ini memiliki makna penting untuk memperkuat kesadaran bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi identitas dan jati diri yang harus terus hidup, berkembang, serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.Ia mengajak pemerintah, masyarakat, komunitas budaya, pelaku usaha, dan seluruh elemen yang terlibat untuk menjadikan FDS sebagai ruang bersama. Bukan hanya untuk menampilkan kebudayaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan mendorong kemajuan Papua.

“Festival Danau Sentani tidak boleh hanya berhenti sebagai sebuah perayaan tahunan. Festival ini harus dikembangkan menjadi gerakan bersama untuk menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Danau Sentani,” tegasnya.

MDF juga melihat FDS memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Pengembangan budaya dan pariwisata, ekonomi kreatif, serta usaha masyarakat lokal dinilai bisa menjadi bagian penting dari dampak penyelenggaraan festival.

Tak kalah penting, kata dia, keterlibatan berbagai kerukunan dan komunitas menunjukkan wajah Papua yang hidup dalam keberagaman. Perbedaan budaya dan agama justru dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.

“Kebersamaan dan kolaborasi yang ada di FDS ini menunjukkan bahwa keberagaman budaya, agama, dan komunitas dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan di Tanah Papua,” ujarnya.

MDF menilai semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Papua untuk mendorong transformasi daerah menuju Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmoni.

Dia berharap kebersamaan yang tumbuh melalui FDS XV tidak berhenti setelah festival berakhir. Semangat itu harus terus dijaga untuk merawat budaya dan lingkungan Danau Sentani sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui FDS XV dapat terus dijaga dan menjadi kekuatan bersama untuk merawat budaya, lingkungan, persaudaraan, sekaligus mendorong kemajuan masyarakat Papua,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply