JAYAPURA, Lapbiru.com — Ketua TP-PKK Provinsi Papua, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Matius D Fakhiri, mendorong kader PKK lebih aktif turun ke masyarakat. Kader diminta tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi ikut mendampingi keluarga dan memastikan program benar-benar memberi manfaat.
Pesan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP-PKK Provinsi Papua 2026. Rakerda menjadi forum untuk mengevaluasi program sekaligus menyusun langkah kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Rakerda bukan sekadar agenda rutin. Ini ruang untuk mengevaluasi, berkoordinasi, dan memastikan program PKK benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Ra’fatul. Jumat, (18/9/2026).
Rakerda tahun ini mengusung tema “Sinergi Gerakan PKK dan Perangkat Daerah dalam Mewujudkan Papua Cerdas, Sejahtera dan Harmonis Menuju Indonesia Emas 2045.”
Ra’fatul menilai sinergi dengan perangkat daerah dan masyarakat perlu diperkuat. Terlebih, jaringan PKK menjangkau hingga tingkat kampung sehingga kader berada cukup dekat dengan persoalan keluarga.
Menurutnya, pembangunan manusia tidak bisa dilepaskan dari kondisi keluarga. Karena itu, PKK perlu memperkuat program di bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, ekonomi keluarga, lingkungan, serta sosial dan budaya.
“Papua Cerdas lahir dari keluarga yang peduli pendidikan. Papua Sejahtera dibangun melalui keluarga yang sehat, mandiri dan produktif. Sementara Papua Harmonis tumbuh dari toleransi, gotong royong dan persatuan,” ujarnya.
Dia juga meminta kader beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pengelolaan organisasi harus semakin baik dan program harus dibuat berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Setiap kegiatan, lanjut Ra’fatul, harus memiliki sasaran dan indikator yang jelas. Manfaat serta dampaknya juga perlu diukur agar program tidak berhenti pada laporan kegiatan.
“Kader bukan hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Kader harus menjadi pendamping dan penggerak keluarga,” tegasnya.
Rakerda juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap generasi muda Papua. Mereka diharapkan tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, kreatif dan produktif sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ra’fatul meminta program PKK disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Kebutuhan keluarga di perkotaan tentu tidak selalu sama dengan masyarakat di kampung dan wilayah terpencil.
Karena itu, hasil Rakerda diharapkan melahirkan program yang sederhana, tepat sasaran dan bisa langsung dijalankan. Ukuran keberhasilan PKK bukan semata jumlah kegiatan, tetapi manfaat yang dirasakan keluarga.
Ra’fatul mengapresiasi para kader yang selama ini terus bekerja dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. PKK, kata dia, harus tetap menjadi ruang bagi perempuan dan keluarga untuk belajar, berkarya dan saling menguatkan.
Inti Rakerda 2026 sederhana: kader bergerak lebih dekat ke keluarga, program lebih terukur, dan manfaat harus terasa langsung di masyarakat.











