JAYAPURA, Lapbiru.com – Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan anggaran sebesar Rp60 miliar hingga Rp70 miliar per tahun untuk menjalankan Program Beasiswa Pace dan Mace. Saat ini, besaran anggaran tersebut masih dimatangkan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) sebelum dimasukkan dalam APBD.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, mengatakan pembahasan program telah dilakukan beberapa kali di tingkat internal. Tahap berikutnya adalah finalisasi bersama Bapperida agar program dapat segera dijalankan.
“Kami sudah beberapa kali melakukan pembahasan internal. Setelah final, akan dibahas bersama Bapperida agar program ini segera direalisasikan,” kata Marthen di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Tak hanya menyiapkan program beasiswa, Dinas Pendidikan Papua juga memperluas pembinaan bagi calon peserta sekolah kedinasan. Tingginya minat pelajar membuat kuota peserta tahun ini dinaikkan dari 30 orang menjadi 50 orang.
Marthen menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan mengedepankan kemampuan peserta. Ia memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam proses penerimaan.
“Semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Tidak ada titipan ataupun intervensi,” tegasnya.
Menurutnya, penambahan kuota diharapkan membuka peluang lebih besar bagi putra-putri Papua untuk lolos ke berbagai sekolah kedinasan tingkat nasional. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Papua menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Program Beasiswa Pace dan Mace bersama pembinaan sekolah kedinasan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Papua untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mencetak aparatur dan tenaga profesional yang akan mendukung pembangunan daerah di masa mendatang.











