Dari Sampah hingga Kriminalitas, Cermin Kinerja Pemerintah di Mata Rakyat

banner 468x60

Oleh: Tabroni M. Cahya. SH
( Ketua Paguyuban Pasundan Provinsi Papua Tengah )

Beberapa waktu terakhir, saya mencoba memperhatikan satu hal yang menarik di Nabire. Ketika warga berkumpul di warung kopi, berbincang di pasar, atau bercakap-cakap di media sosial, topik yang muncul ternyata hampir sama.

Mereka tidak banyak membicarakan politik nasional. Mereka juga tidak terlalu sibuk membahas proyek-proyek besar yang nilainya miliaran rupiah.

Yang sering dibicarakan justru hal-hal sederhana. Soal keamanan yang mulai membuat sebagian warga khawatir. Soal sampah yang masih terlihat di beberapa titik kota. Soal jalan, lampu penerangan, air bersih, dan pelayanan yang mereka rasakan setiap hari.

Awalnya saya menganggap ini sebagai keluhan biasa. Setiap daerah pasti memiliki masalah. Namun semakin sering mendengar suara masyarakat, saya mulai menyadari bahwa sebenarnya ada pesan yang sedang dikirim warga kepada pemerintah daerah.

Masyarakat ingin hidup dengan lebih nyaman. Mungkin terdengar sepele. Namun dalam dunia pemerintahan, rasa nyaman warga adalah ukuran keberhasilan yang paling nyata.

Coba bayangkan seorang pedagang yang harus pulang larut malam setelah menutup kiosnya. Yang ia pikirkan bukan berapa besar APBD daerah tahun ini. Ia hanya ingin sampai di rumah dengan aman.

Atau seorang ibu rumah tangga yang setiap pagi melihat tumpukan sampah di sekitar lingkungannya. Ia mungkin tidak mengetahui program apa saja yang sedang dijalankan pemerintah. Tetapi ia bisa langsung menilai apakah kota tempat tinggalnya terurus atau tidak.

Kadang-kadang pemerintah terlalu sibuk berbicara tentang hal-hal besar, sementara masyarakat sedang menunggu penyelesaian masalah-masalah kecil yang mereka hadapi setiap hari.

Dari berbagai keluhan yang muncul belakangan ini, isu keamanan tampaknya menjadi perhatian paling serius. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan kriminalitas jalanan, gangguan ketertiban, hingga keresahan yang muncul ketika situasi sosial memanas.

Keamanan memang bukan urusan yang sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah. Ada aparat keamanan yang memiliki tugas dan kewenangan langsung dalam menjaga ketertiban.

Namun masyarakat tidak melihat persoalan dari sudut itu. Bagi warga, pemerintah adalah wajah yang paling dekat dengan kehidupan mereka. Ketika rasa aman mulai berkurang, maka pemerintah ikut menjadi sasaran harapan sekaligus kritik.

Ini bukan soal menyalahkan siapa pun. Ini soal persepsi yang tumbuh di tengah masyarakat. Dan dalam politik, persepsi sering kali lebih kuat daripada penjelasan.

Masalah berikutnya yang tidak kalah sering dibicarakan adalah sampah dan kebersihan kota.

Jujur saja, kebersihan mungkin bukan isu yang terdengar spektakuler. Tidak ada seremoni besar ketika sampah berhasil diangkut tepat waktu. Tidak ada tepuk tangan meriah ketika drainase dibersihkan.

Tetapi justru karena itulah kebersihan menjadi ukuran yang sangat jujur.

Masyarakat melihatnya tumpukan sampah di sudut Kota Nabire setiap hari.

Mereka melewati jalan yang sama setiap pagi. Mereka berbelanja di pasar yang sama. Mereka tinggal di lingkungan yang sama.

Kalau kota terlihat bersih, masyarakat akan merasakan bahwa pemerintah Kabupaten Nabire bekerja.

Kalau kota terlihat kumuh, kesan sebaliknya akan muncul.Sesederhana itu.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sampah sering kali lebih berpengaruh terhadap citra pemerintah dibandingkan pidato-pidato panjang tentang pembangunan.

Persoalan lain yang juga masih menjadi pekerjaan rumah adalah infrastruktur dasar dan pelayanan publik. Jalan yang rusak, penerangan yang kurang, akses air bersih yang belum merata, hingga layanan kesehatan yang masih perlu diperkuat.

Masyarakat sebenarnya cukup memahami bahwa membangun infrastruktur membutuhkan waktu. Mereka tahu anggaran pemerintah tidak tanpa batas.

Namun masyarakat juga ingin melihat kemajuan.

Mereka ingin merasakan bahwa ada perubahan, meskipun bertahap.

Karena harapan publik bukan lahir dari janji. Harapan lahir ketika masyarakat melihat pekerjaan yang benar-benar berjalan.

Bagi Bupati Nabire Mesak Magai, kondisi ini tentu menjadi tantangan yang tidak ringan. Sebagian besar persoalan yang dikeluhkan warga merupakan urusan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Keamanan, kebersihan, dan pelayanan dasar adalah tiga sektor yang paling cepat memengaruhi penilaian publik.

Kalau ketiganya membaik, masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung.

Kalau ketiganya memburuk, masyarakat juga akan langsung merasakannya.

Sementara itu, bagi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, dampaknya mungkin belum terasa sebesar yang dihadapi pemerintah kabupaten. Namun bukan berarti persoalan ini bisa dianggap jauh.

Nabire adalah ibu kota Papua Tengah. Apa yang terjadi di Nabire sedikit banyak akan membentuk cara orang memandang Papua Tengah secara keseluruhan.

Kota ini bukan sekadar pusat pemerintahan. Kota ini adalah etalase daerah.

Ketika masyarakat melihat kota yang aman, bersih, dan tertata, maka citra positif akan ikut terbentuk. Sebaliknya, jika berbagai persoalan terus menumpuk tanpa penyelesaian yang jelas, maka penilaian publik juga akan meluas hingga ke tingkat provinsi.

Pada akhirnya, masyarakat tidak sedang menuntut sesuatu yang muluk-muluk.

Mereka tidak meminta semua persoalan selesai dalam semalam. Mereka hanya ingin merasakan bahwa pemerintah hadir dalam kehidupan mereka. Hadir ketika keamanan mulai terganggu. Hadir ketika sampah mulai menjadi masalah.

Hadir ketika pelayanan publik belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Sebab rakyat biasanya tidak menilai pemerintah dari banyaknya janji yang diucapkan. Mereka menilai dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari.

Dan hari ini, melalui berbagai keluhan yang muncul, warga Nabire sesungguhnya sedang menyampaikan satu pesan yang sangat jelas, kami ingin kota ini menjadi tempat yang lebih aman, lebih bersih, dan lebih nyaman untuk ditinggali.

Tetapi jika diabaikan, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60